LombokPost - Dinas Sosial (Dinsos) mulai bergerak mengantisipasi dampak kekeringan menjelang musim kemarau yang diprediksi melanda pada Juli 2026 ini.
Langkah taktis disiapkan mulai dari armada penyaluran air bersih hingga pasokan logistik pangan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad, mengungkapkan pihaknya telah menyiagakan armada mobil tangki air bersih berkapasitas prima untuk menyisir kawasan terdampak.
“Bantuan yang disiapkan berupa mobil tangki air bersih dengan kapasitas 10.000 liter serta paket makanan siap salur,” katanya.
Baca Juga: Dinsos Mataram Wacanakan Penataan Gepeng dan Pengamen
Untuk memastikan kelancaran pasokan, Dinsos telah menjalin koordinasi intensif dengan PTAM Giri Menang Mataram.
Pengambilan pasokan air bersih difokuskan langsung dari sumber yang berada di kawasan Sayang-Sayang.
Air bersih tersebut nantinya akan didistribusikan secara berkala dan tepat sasaran ke pemukiman warga yang mulai mengalami krisis air.
Mengenai mekanisme penyaluran, Muzakkir menjelaskan sistem distribusi akan bergerak aktif berdasarkan respons cepat terhadap laporan masyarakat.
“Sistemnya, ketika ada laporan resmi dari warga terkait sumur yang mulai mengering akibat kemarau, tim Dinsos akan segera berkoordinasi dengan PTAM Giri Menang untuk melakukan pengisian dan mengantarkan air menggunakan tangki yang telah disiapkan,” jelasnya.
Meski seluruh perangkat penanganan telah disiagakan secara matang, Dinsos mencatat hingga saat ini kondisi lapangan di wilayah Kota Mataram terbilang masih aman kondusif.
“Sejauh ini memang belum ada laporan masuk terkait adanya warga yang mengalami kekurangan air bersih yang ekstrem akibat dampak kemarau,” tambahnya.
Baca Juga: Kota Mataram Siaga Kekeringan, BPBD Andalkan Bantuan BNPB
Selain fokus pada mitigasi krisis air, Dinsos juga memperkuat ketahanan pangan dengan menyediakan ratusan paket bantuan logistik darurat.
Paket pangan tersebut berisi komoditas siap saji seperti mi instan, sarden, biskuit, air mineral kemasan, dan kebutuhan pokok penunjang lainnya.
Logistik pangan ini tidak hanya disiapkan untuk kedaruratan kemarau, melainkan juga dialokasikan untuk mengantisipasi potensi kebencanaan lain di wilayah pesisir, seperti abrasi pantai, kebakaran pemukiman, maupun musibah tak terduga lainnya. Langkah responsif ini sebelumnya telah direalisasikan secara nyata oleh Dinsos.
“Beberapa pekan lalu, kami juga sudah mendistribusikan bantuan langsung ke warga yang menjadi korban terdampak kebakaran, serta warga di sekitar lokasi robohnya dua ruang kelas di Madrasah Sekarbela," paparnya.
Hingga memasuki awal Juli, penyaluran paket logistik makanan khusus untuk dampak kemarau terpantau masih nihil karena belum adanya urgensi di lapangan.
Walau begitu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif menjalin komunikasi dengan aparat lingkungan setempat.
“Kami sangat berharap partisipasi aktif masyarakat agar segera melapor ketika menemukan tetangga atau warga sekitar yang mulai terdampak kekeringan atau kemarau, sehingga tim kami bisa segera turun memberikan bantuan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida