Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nanda Aldi Ramadhani, Atlet Termuda Porprov NTB XII 2026

Chia • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB
Nanda Aldi Ramadhani
Nanda Aldi Ramadhani

Nanda Aldi Ramadhani salah satu atlet termuda dalam ajang Porprov NTB XII 2026 yang siap berlaga di cabang olahraga sepatu roda kelas speed.

Bocah berusia sembilan tahun ini membuktikan, keberanian dan kerja keras mampu menembus batas usia di kancah olahraga prestasi daerah.

--------------------

Di tengah riuh persiapan para atlet senior yang mendominasi arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026, sesosok bocah mungil tampak mencuri perhatian di pelepasan atlet Porprov kontingen Mataram.

Mengenakan jaket kontingen dengan kepalan tangan penuh keyakinan, senyum lebarnya seolah menyembunyikan fakta, ia adalah kompetitor paling belia di kejuaraan multi-event bergengsi tingkat provinsi ini.

Namanya Nanda Aldi Ramadhani, seorang murid kelas empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Mataram yang baru saja akan menginjak usia sepuluh tahun.

Aldi, begitu ia akrab disapa, akan turun bertanding di kelas speed. Sebuah nomor bergengsi yang menuntut ketangkasan fisik tingkat tinggi dan ketajaman taktik di lintasan beton.

Meski harus bersaing dengan lawan-lawan yang jauh lebih matang secara usia dan pengalaman, Aldi mengaku sama sekali tidak merasakan gentar yang berlebihan. Baginya, meluncur cepat di atas delapan roda adalah dunianya sejak kecil.

Baca Juga: Aerosport Lombok Barat Sabet Emas dan Perak Pertama Porprov NTB 2026

Perkenalannya dengan olahraga pemacu adrenalin ini dimulai cukup dini, yakni saat usianya baru menginjak sekitar enam tahun.

“Pertama kali diajak sama coach,” kenang Aldi dengan suara khas anak-anak yang polos. 

Dari itulah, kecintaannya tumbuh hingga bertransformasi menjadi disiplin latihan yang sangat ketat untuk ukuran anak seusianya.

Proses menjadi seorang calon atlet berprestasi tentu tidak dilalui Aldi dengan instan. Jatuh bangun di atas aspal keras sudah menjadi makanan sehari-harinya selama bertahun-tahun.

Ketika ditanya mengenai risiko cedera saat berlatih kecepatan, Aldi menjawabnya dengan santai tanpa beban.

“Kalau jatuh, ya langsung bangun lagi, nggak kapok," tuturnya.

Karakter pantang menyerah ini tercermin dari jadwal latihannya yang padat. Dalam sepekan, Aldi menghabiskan waktu lima hari untuk menempa fisiknya, yakni setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Sepulang sekolah, saat anak-anak seusianya memilih untuk bermain atau beristirahat di rumah, Aldi langsung bersiap mengenakan pelindung lutut dan helm untuk meluncur di lintasan sore hari menjelang.

Hebatnya, disiplin tinggi ini tidak membuat prestasi akademisnya di SDN 10 Mataram keteteran. 

Baca Juga: Intip Persiapan PORSEROSI Loteng Jelang Porprov NTB 2026, Dari Latihan Gila-gilaan 10 Jam Sehari hingga Misi Borong 20 Medali

“Latihannya kan sore saja, jadi pelajaran di sekolah tidak terganggu,” terangnya.

Mentalitas bertanding bocah Mataram ini juga telah teruji di luar daerah. Sebelum mencatatkan namanya sebagai peserta Porprov NTB tahun ini, ia sudah kenyang mencicipi kompetisi di berbagai kota besar.

Di Pulau Jawa, mulai dari Semarang, Sidoarjo, hingga Bantul. Pengalaman luar kota inilah yang membentuk mental bajanya. 

“Waktu lomba di Semarang dapat juara tiga,” ceritanya dengan bangga.

Meski memiliki rekam jejak yang mengagumkan di usia belia, Aldi tetaplah seorang anak kecil yang membutuhkan dukungan moral terbesar dari keluarganya.

Kehadiran orang tua di sisi lintasan menjadi sumber kekuatan utamanya untuk mengusir rasa cemas yang kerap datang sebelum bendera start dikibarkan.

“Kalau mau lomba sering deg-degan, tapi biar nggak deg-degan ya squat dulu,” katanya.

Menjelang hari H pertandingan, Aldi menjaga staminanya dengan mengonsumsi makanan favoritnya, bebek goreng.

Aldi dengan mantap mengincar podium utama dan membawa pulang bonus hadiah uang tunai yang disiapkan bagi para juara. Menariknya, saat ditanya akan digunakan untuk apa bonus tersebut jika nanti berhasil menang, ia hanya menggeleng sambil tersenyum lebar. Aldi mengaku sama sekali belum tahu uang itu akan dibelikan apa.

“Belum tau beli apa,” katanya terkekeh. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Porprov NTB Koni Mataram Mataram sepatu roda cabor