LombokPost - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi, merespons tegas aksi balap liar dan tawuran geng motor yang kembali meresahkan di Jalan Udayana.
Video viral CCTV sekolompok remaja diduga membawa senjata tajam d jalan Udayana Minggu (12/7). Para pelaku saat ini sudah diamankan oleh aparat kepolisian.
“Terduga pelaku sudah ditangani dan dilakukan penyelidikan oleh pihak Polresta,” kata Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi.
Irwan, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di kawasan Jalan Udayana menyusul kejadian tersebut.
Langkah taktis ini diambil pasca-aksi tawuran dua kelompok pemuda terekam kamera pengawas (CCTV) di depan Kantor Imigrasi Mataram dini hari sekitar pukul 00.35 Wita.
Dalam rekaman tersebut, bentrokan terlihat mencekam karena salah satu pihak kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit, yang memicu keresahan dan rasa takut bagi masyarakat yang melintas.
Menanggapi kejadian tersebut, menjelaskan pihaknya bersama aparat penegak hukum sedang mendalami peristiwa tersebut untuk mengungkap motif dan kronologinya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para pelaku maupun korban yang terlibat bentrok dipastikan bukan merupakan anak-anak di bawah umur melainkan usia remaja ke atas.
Irwan mengatakan, saat ini memang terpantau adanya tren peningkatan aktivitas komunitas-komunitas motor di Kota Mataram.
Ia menegaskan, pemerintah daerah sama sekali tidak melarang keberadaan perkumpulan pemuda sepanjang kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi para anggotanya dan masyarakat luas.
“Yang bermasalah ini adalah komunitas-komunitas atau kelompok pemuda yang mengarah ke tindakan negatif, seperti yang terjadi kemarin. Tindakan-tindakan tersebut sangat membahayakan serta mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan lapangan, Irwan mengungkapkan fakta kelompok-kelompok yang kerap meresahkan ini tidak terafiliasi dengan wilayah tertentu secara eksklusif.
Anggota kelompok pemuda bermasalah tersebut memiliki domisili yang sangat acak dan bersifat lintas wilayah administrasi.
"Komunitas ini berasal dari berbagai domisili. Mereka tidak mesti orang kota saja, atau dari satu lingkungan atau satu kelurahan saja. Kelompok ini lintas kelurahan, lintas desa, bahkan sudah lintas kabupaten," paparnya.
Untuk memulihkan rasa aman warga dan mengantisipasi kejadian serupa, Satpol PP mengoptimalkan keberadaan Pos Terpadu Udayana.
Di pos ini disiagakan personel gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pengawasan ketat, termasuk program pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang telah berjalan lama.
Terkait lokasi kejadian yang berada di depan Kantor Imigrasi, Irwan mengakui posisi tersebut memang agak jauh dari jangkauan pos terpadu Udayana.
Selain itu, situasi pada Minggu dini hari tersebut bertepatan dengan ramainya pemuda yang begadang untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola dunia.
“Kejadiannya kan sekitar pukul setengah satu dini hari. Kebetulan anak-anak muda kita saat ini sedang fokus begadang menunggu siaran bola sampai final. Ini yang menjadi tantangan antisipasi kami di lapangan,” tambahnya.
Untuk menguatkan barisan pertahanan keamanan di Jalan Udayana, Satpol PP tidak bekerja sendirian.
Pengawasan terpadu kini diperkuat oleh personel gabungan dari Dinas Perhubungan, BPBD, Kesbangpol, Dinas Lingkungan Hidup (BLH), serta Dinas Sosial. Kedepannya, penanganan intensif juga akan dikolaborasikan secara lebih erat dengan aparat TNI dan Polri untuk menindak tegas pelaku kriminalitas jalanan.
“Dengan hal-hal seperti ini, kita akan berpolarobasi dengan polisi atau TNI,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan