LombokPost - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram terus mengejar akselerasi pendaftaran program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital bagi warga Kota Mataram. Hingga saat ini, tercatat sekitar 36 ribu Kepala Keluarga (KK) atau 24 persen dari total target 147.777 KK telah terdaftar dalam sistem data perlindungan sosial terintegrasi tersebut.
“Sudah 24 persen capaian kita sekarang ini,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad.
Muzakkir mengatakan, dari total warga yang sudah terdaftar saat ini, mayoritas atau sekitar 99 persen di antaranya masih melakukan pendaftaran melalui peran agen serta fasilitator di lapangan. Meringankan beban warga, Pemkot saat ini mendorong sosialisasi masif agar masyarakat mulai beralih melakukan pendaftaran secara mandiri.
“Saat ini tren pendaftaran memang dominan lewat agen. Ke depan, kita bersama Dinas Kominfo akan melakukan sosialisasi masif agar masyarakat bisa mendaftar Perlinsos secara mandiri dari rumah,” katanya.
Muzakkir menekankan pentingnya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi seluruh warga. Menurutnya, IKD merupakan kunci utama bagi masyarakat untuk mengakses pendaftaran mandiri sekaligus memanfaatkan fitur ruang sanggah. Fitur ini memungkinkan warga yang merasa layak menerima bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk mengajukan klaim secara mandiri jika belum terakomodasi.
“Melalui IKD, warga punya akses mandiri. Kalaupun sudah didaftarkan lewat agen, ruang sanggah ini penting. Jika ada warga tidak mampu yang belum tercover, mereka bisa menyanggah dan memperbarui datanya sendiri,” tegasnya.
Prestasi menggembirakan juga diraih Kota Mataram yang saat ini menembus peringkat ke-9 dari 43 kabupaten/kota lokasi percontohan Perlinsos secara nasional. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja kolaborasi lintas sektor, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga peran aktif para kader dan kepala lingkungan (kaling).
Laju pertambahan pendaftaran harian di Kota Mataram menunjukkan tren positif, yakni mencapai 2.000 hingga 2.500 KK per hari, bahkan sempat menembus angka puncak 4.000 KK dalam sehari.
Baca Juga: Ratusan Kader di Sekarbela-Ampenan Disasar, Aktivasi IKD Percepat Persiapan Digitalisasi Bansos
Dengan ritme tersebut, Dinsos optimistis target 60 hingga 70 persen warga Kota Mataram terdaftar pada bulan Agustus mendatang dapat terealisasi secara bertahap hingga menyasar seluruh 147.777 KK.
Lebih lanjut, Muzakkir menjelaskan Perlinsos Digital yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) terintegrasi dengan Sistem Penguatan Layanan Pemerintah (SPLP). Sistem ini menghubungkan data NIK kependudukan dengan berbagai lembaga, mulai dari perbankan, BUMN, hingga ATR/BPN untuk integrasi Sertifikat Hak Milik (SHM) serta perlindungan dari penyalahgunaan data diri.
“Perlinsos bukan sekadar untuk mendapatkan bansos, tetapi jaminan perlindungan sosial menyeluruh. Mulai dari integrasi Program Indonesia Pintar (PIP), subsidi listrik, gas LPG, hingga kepastian penyaluran bantuan yang lebih berkeadilan dan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan