Kader Posyandu Dasan Cermen Turunkan Angka Stunting dengan Inovasi Olahan Obat Herbal

Chia • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:15 WIB
Murniati kader dari Posyandu Dasan Cermen (paling kanan) berhasil meraih penghargaan dalam Penganugerahan Apresiasi Kader dan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional.
Murniati kader dari Posyandu Dasan Cermen (paling kanan) berhasil meraih penghargaan dalam Penganugerahan Apresiasi Kader dan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional.

 

Murniati, kader Posyandu Dasan Cermen yang mendedikasikan hidupnya sejak usia 14 tahun, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI berkat inovasi Stand Edukasi Tanaman Obat dan Makanan Sehat.

Lewat pemanfaatan pangan lokal dan edukasi herbal olahan sendiri, ia tak hanya membanggakan Kota Mataram di tingkat nasional, tetapi juga sukses menekan angka stunting di wilayahnya secara drastis dari 60 menjadi tinggal 11 anak.

------------------

Murniati, kelahiran 7 Oktober 1977, kader posyandu yang dikenal tekun dan terus mengembangkan inovasi. Dia selama ini, terus berpacu dengan inovasi dalam mengemban tugas mulianya.

Dia mulai menjadi kader sejak usia 14 tahun. Sejak remaja dia sudah melakukan pendampingan pada ibu hamil, anak balita.

Tidak sekedar mengecek berat badan balita, maupun ibu hamil. Namun dia membuat inovasi yang terus dikembangkan, dalam Lomba inovasi  tahun 2024 lalu. dia mendapatkan pengharrgaan dari kementrian Kesehatan RI, atas inovasinya bernama Stand Edukasi tanaman obat dan makanannya sehat. Inovasi tercetus dari warga, sebelum ada program. Banyak anak-anak resiko staunting, edukasi masyarakat mengolah makanan sendiri. 

“Saya dapat penghargaan dari kemenkes RI, wakil NTB tahun 2024. Kategori kader posyandu inovasi bidang kesehatan, dan mendapatkan hadiah PIN emas, Tablet dan Sepeda,” katanya. 

Baca Juga: 1.830 Kader Posyandu di Mataram Jadi Agen Bansos Digital 

Murniati terus membangun banyak inovasi dan olahan-olahan obat herbal. Dari  Produk lokal, tanaman obat-obatan herbal bisa mencegah penyakit tidak menular. Seperti jahe,kunyit, kencur, ada juga yg jarang ditukang bawang dayat, kumis kucing. 

“Kita hanya memperkenalkan. Karena sekarang banyak belajar sendiri dn pernah di ikut pelatihan dari dikes,” ucapnya.

Dari olahan makanan sehat, dan obat-obatan herbal, angka anak stuting turun drastis dari 60 anak sekarang tinggal 11 anak.  Setiap rumah juga harus memiliki tanaman herbal. Mengolah makanan sendiri dengan melakukan edukasi. 

Keberadaan inovasi stand edukasi makanan sehat, sasaran terlayani dengan makanan sehat.  Dia mendapatkan banyak ilmu dari membaca, dan pelatihan. Meski hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), dia tidak pantang menyerah dan terus belajar. Dulunya, Murniati memiliki cita-cita sebagai perawat. 

“Walaupun saya tidak bisa menjadi perawat, tapi sekarang bisa memberikan perawatan warga,” ucapnya. 

Saat itu, kata Sri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara langsung memberikan penghargaan. Sampai sekarang, olahan-olahan pangan lokal bernilai gizi terus digencarkan untuk mencegah stunting. 

“Kita terus jaga kekompakan bersama para kader, dan terus turun ke masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, Lurah Dasan Cermen Sri Sulistyowati, mengatakan pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Posyandu Dasan Cermen, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang terlibat. Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi kader-kader lainnya di Kota Mataram untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Kader  Posyandu Dasan Cermen berhasil meraih penghargaan dalam Penganugerahan Apresiasi Kader dan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional tahun 2024. Acara penganugerahan tersebut diadakan di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Pemprov NTB Libatkan Kader Posyandu dalam Program Desa Berdaya,

Dengan penghargaan ini merupakan sebuah pengakuan atas dedikasi dan kerja keras para kader dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat posyandu. 

“Kader-kader dari Dasan Cermen ini telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada masyaraka,” katanya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Obat Herbal Pemkot Mataram Mataram kader Posyandu Stunting