LombokPost – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram HM Zaini menilai pesan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak “melubangi perahu dari dalam” sudah tepat. Peringatan itu untuk menjaga soliditas birokrasi.
Mantan Ketua DPRD Kota Mataram itu menilai pesan itu mengandung filosofi penting. Pesan moralnya keberhasilan pemerintahan hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur di dalamnya bergerak dengan tujuan sama.
“Kalau kita melihat filosofi sebuah perahu, sehebat apa pun nakhodanya, sebagus apa pun kapalnya, kalau ada yang membuatnya bocor, semuanya akan tenggelam,” ucapnya, Selasa (28/7).
Politikus senior Partai Demokrat itu melihat seorang kepala daerah memiliki peran sebagai nakhoda pemerintahan. “Tanggung jawabnya memastikan seluruh awak kapal bekerja dalam satu arah,” ujarnya.
Karena itu, wajar apabila wali kota terus mengingatkan pentingnya loyalitas. Kebersamaan di lingkungan birokrasi.
“Jadi, mengingatkan agar semua tetap solid adalah hal yang sangat wajar,” tegasnya.
Ia mengatakan, peringatan tidak seharusnya dimaknai sebagai tudingan terhadap pihak tertentu. Sebaliknya, pesan itu merupakan ajakan agar seluruh aparatur menyadari setiap tindakan yang merugikan organisasi pada akhirnya juga akan berdampak kepada diri sendiri.
“Kalau ada yang sengaja membocorkan kapal, bukan hanya orang lain yang tenggelam. Orang yang membocorkan itu juga akan ikut tenggelam. Itu filosofi yang sangat sederhana,” katanya.
Zaini menilai, dalam dunia pemerintahan, tantangan selalu ada. Baik yang berasal dari dinamika politik, hukum, ekonomi, maupun persoalan lain yang dihadapi daerah.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Strategi Humas Pemerintah Lawan Disinformasi di Era AI
Karena itu, seluruh unsur pemerintahan harus menyikapinya secara bijaksana. Tidak melihat persoalan secara parsial.
“Kalau diselesaikan bersama-sama, saya yakin akan lebih mudah,” ucapnya.
Menurut dia, semangat kebersamaan menjadi modal utama. Agar roda pemerintahan tetap berjalan baik hingga akhir masa jabatan.
Ia mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kepala daerah, tapi juga pada dukungan seluruh jajaran birokrasi.
Selain itu, Zaini menegaskan pentingnya menjaga kemitraan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif. Hubungan yang baik, katanya, akan memperkuat proses pengambilan kebijakan.
Di samping itu, memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. “Eksekutif dan legislatif adalah mitra. Kita saling mengisi, saling melengkapi. Kalau semua bekerja bersama, saya kira persoalan bisa kota hadapi bersama ke depan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif di tengah berbagai dinamika. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah, namun tidak boleh mengurangi semangat membangun daerah.
“Mari kita jaga kebersamaan. Kota Mataram yang sudah berjalan baik ini harus terus kita rawat. Bersama kita bisa menyelesaikan berbagai tantangan yang ada,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post