LombokPost – Pemerintah Kota Mataram resmi menetapkan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Mataram yakni “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan”. Tema tersebut menjadi dasar penyusunan logo HUT yang dirancang sebagai representasi identitas, nilai, dan arah pembangunan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram HM Ramadhani mengatakan, proses penyusunan tema dan logo HUT ke-33 tidak dilakukan secara instan. Pemkot terlebih dahulu membuka ruang partisipasi masyarakat dengan menghimpun 33 usulan tema yang kemudian dikurasi hingga menghasilkan tujuh tema terbaik.
“Kami ingin logo ini tidak berhenti sebagai identitas visual HUT,” tegasnya, Selasa (4/8).
Di dalam logo harus ada cerita tentang Kota Mataram. Bagaimana merawat apa yang sudah dimiliki.
“Sekaligus menumbuhkan harapan untuk masa depan. Karena itu prosesnya kami mulai dari masyarakat, kemudian kami padukan dengan karakter dan arah pembangunan kota,” terangnya.
Ramadhani menjelaskan, proses kurasi dilakukan secara manual. Memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu untuk memperluas eksplorasi ide.
“Namun, keputusan akhir tetap ditentukan berdasarkan pertimbangan manusia dengan mengacu pada karakter dan arah pembangunan Kota Mataram,” terangnya.
Dalam proses tersebut, terdapat empat indikator utama yang menjadi acuan, yakni kolaborasi dan masa depan, people centered, liveable city and sustainability, serta harmoni dan identitas kota. Empat indikator tersebut kemudian mengerucut menjadi tujuh alternatif tema sebelum akhirnya dipilih salah satu.
Tema yang telah ditetapkan kemudian diterjemahkan ke dalam desain logo. Melalui kolaborasi Tim Kreatif Diskominfo bersama pelaku industri kreatif bidang desain grafis.
Dari tiga alternatif desain yang disusun, dipilih satu desain terbaik. Selanjutnya disempurnakan hingga menjadi logo resmi HUT ke-33 Kota Mataram.
Baca Juga: Senator NTB Nyatakan Siap Kawal Program Prioritas
Ramadhani mengatakan, logo tersebut tetap mempertahankan color branding. Sekaligus mengangkat identitas lokal melalui visualisasi Rumah Lumbung Sasak yang diwujudkan dalam bentuk Gapura Taman Sangkareang.
“Unsur tersebut dipadukan dengan angka 33 sebagai simbol usia Kota Mataram,” jelasnya.
Menurutnya, komposisi logo yang simetris melambangkan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya. Kemajuan kota dengan kualitas hidup masyarakat, serta kesinambungan antara identitas daerah dan arah pembangunan di masa depan.
“Penyusunan logo ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan identitas visual yang memiliki makna serta mampu menggambarkan semangat pembangunan Kota Mataram pada usia ke-33,” pungkasnya.
Sumber : Rilis