LombokPost – Potensi penerimaan retribusi parkir di mulai terpetakan secara lebih akurat. Melalui pelaksanaan Uji Petik Lapangan (UPL) tahap pertama, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menemukan sejumlah titik parkir.
“Ada yang potensi pendapatannya menembus ratusan ribu rupiah per hari,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, Rabu (5/8).
Hasil tersebut diperoleh setelah UPTD Parkir menyelesaikan pengawasan di 25 titik parkir. Dari total 100 lokasi yang menjadi target evaluasi sepanjang 2026.
Beberapa lokasi bahkan menunjukkan potensi penerimaan harian mencapai Rp 200 ribu. “Itu terpetakan misalnya di kawasan Niaga Supermarket Ampenan,” terangnya.
Zulkarwin mengatakan, Uji Petik Lapangan merupakan bagian memperkuat tata kelola parkir. Sekaligus memetakan potensi riil penerimaan retribusi di lapangan.
“Target tahun ini 100 titik Uji Petik Lapangan yang akan kami evaluasi secara bertahap,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghitung potensi penerimaan parkir. Tapi juga memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai ketentuan.
“Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat, kinerja juru parkir hingga kepatuhan terhadap sistem pengelolaan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Mataram Lalu Muhammad Sopandi menjelaskan, tahap pertama telah berlangsung selama tiga hari. Menyasar 25 titik parkir yang tersebar di lima kecamatan, yakni Cakranegara, Mataram, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan.
Baca Juga: Curhat Masa Muda Cita-Cita Tak Kesampaian! Ini Pesan Wawali Mataram saat Lepas Kontingen Jamnas
“Selanjutnya akan dilanjutkan hingga seluruh target 100 titik parkir selesai dievaluasi,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Dishub menggandeng mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mataram sebagai supervisor lapangan. Mereka bertugas melakukan pencatatan, observasi, hingga membantu proses evaluasi secara independen terhadap aktivitas parkir di setiap lokasi.
“Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pengawasan independen sekaligus membantu proses pencatatan dan evaluasi di lapangan,” jelasnya.
Sopandi mengatakan, keterbatasan jumlah mahasiswa yang masih libur semester membuat pelaksanaan UPL dibagi ke dalam empat tahap. “Mahasiswa yang dilibatkan merupakan mereka yang tidak pulang kampung selama libur semester,” ujarnya.
Selama tahap pertama, tim melakukan pengawasan di berbagai pusat aktivitas masyarakat. Mulai dari kawasan perdagangan, jasa, pusat kebugaran hingga perbankan.
Beberapa lokasi yang menjadi objek UPL di antaranya PT Finansia Multi Finance Jalan Sriwijaya, Pegadaian Kekalik, Arena Fitness, Luna Bakery, Warung Makan Malomba. Berikutnya, Mr DIY, Niaga Supermarket Ampenan, Bank NTB Syariah Ampenan, Lotus Cell, Panca Sari Travel, Royal Surf Outlet, Kedai Kopi Roti Kukus hingga Toko Indah dan Cahaya Indah.
Dari hasil pendataan tersebut, potensi penerimaan parkir harian cukup beragam. Sebagian besar titik parkir berada pada kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per hari.
“Namun terdapat sejumlah lokasi dengan potensi jauh lebih tinggi,” terangnya.
Potensi terbesar sementara tercatat di Niaga Supermarket Ampenan yang mencapai Rp 200 ribu per hari untuk masing-masing shift juru parkir. Sementara beberapa lokasi lain seperti Toko Indah dan Cahaya Indah, Panca Sari Travel, Luna Bakery, serta J-Mart Hawa Gym juga menunjukkan potensi penerimaan yang relatif tinggi dibanding lokasi lain.
Selain menghitung potensi pendapatan, tim UPL juga melakukan monitoring terhadap sistem pergantian shift juru parkir, kedisiplinan petugas, pola pelayanan kepada masyarakat. “Hingga kesiapan penerapan pembayaran parkir secara digital menggunakan QRIS,” terangnya.
Baca Juga: Kadang Bawa Ikan, Kadang Ember Kosong! Kisah Pemancing Ampenan Berburu 'Ketenangan' di Ujung Senja
Menurut Sopandi, aspek pelayanan menjadi perhatian penting. Pengelolaan parkir saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penerimaan retribusi, tetapi juga kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk wisatawan yang lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai.
“Termasuk kesiapan transaksi parkir menggunakan QRIS bagi masyarakat maupun wisatawan yang memilih pembayaran digital,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya turut turun langsung memantau pelaksanaan UPL di sejumlah titik. Seperti Luna Bakery dan Niaga Supermarket Ampenan, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional.
“Hasil Uji Petik Lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola parkir, sekaligus memetakan potensi riil penerimaan parkir,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post