Wujudkan Sanitasi Layak dan Lingkungan Sehat, Pemkot Mataram Masifkan Pembangunan SPALD-S

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:57 WIB

 

Kebutuhan dasar akan sanitasi yang higienis terus diakselerasi di Kota Mataram. Pembangunan SPALD-S dan sarana jamban keluarga saat ini tengah berjalan di Kelurahan Bertais, Monjok, Babakan, Cakranegara Selatan Baru, Punia, serta wilayah Kecamatan Cakranegara.
Kebutuhan dasar akan sanitasi yang higienis terus diakselerasi di Kota Mataram. Pembangunan SPALD-S dan sarana jamban keluarga saat ini tengah berjalan di Kelurahan Bertais, Monjok, Babakan, Cakranegara Selatan Baru, Punia, serta wilayah Kecamatan Cakranegara.

 

LombokPost – Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar. Melalui percepatan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). 

“Program kini memasuki tahap konstruksi di enam wilayah prioritas menjadi bagian dari upaya mewujudkan sanitasi layak,” kata kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning, Jumat (7/8).

Langkah ini sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui pengelolaan air limbah domestik yang aman.

Pembangunan SPALD-S di tingkat kelurahan merupakan fondasi penting dalam menciptakan sanitasi aman berbasis masyarakat. “Langkah ini mendukung agenda besar Pemerintah Kota Mataram mewujudkan lingkungan perkotaan yang sehat, bersih, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Saat ini, pembangunan SPALD-S dilaksanakan di sejumlah kawasan permukiman yang menjadi prioritas penanganan. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Bertais, Monjok, Babakan, Cakranegara Selatan Baru, Punia.

“Lalu ada serta sejumlah titik di Kecamatan Cakranegara yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi sanitasi di lapangan,” terangnya.

Melalui program tersebut, pemerintah membangun tangki septik kedap air. Beserta fasilitas jamban sehat yang memenuhi standar teknis.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mencegah pencemaran lingkungan. “Akibat pembuangan limbah domestik yang selama ini masih menjadi persoalan di sebagian kawasan permukiman,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Bikin Kota Bersih! Ternyata Ini Peran Penting Tempah Dedoro Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca

Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap melalui proses terstruktur. Tahap awal diawali dengan verifikasi calon penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria,” tegasnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengadaan material sesuai spesifikasi teknis. Sebelum memasuki tahap konstruksi fisik di lapangan.

“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari verifikasi penerima manfaat, pengadaan material hingga proses pembangunan fisik,” ujarnya.

Menurut Lale, keberadaan sanitasi yang layak menjadi langkah preventif. Menekan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga mendukung percepatan penurunan angka stunting.

“Ketika masyarakat memiliki akses terhadap sanitasi yang aman dan pengelolaan air limbah yang baik, maka kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.

Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pembangunan SPALD-S juga menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Infrastruktur sanitasi yang dibangun diharapkan mampu menjaga kualitas air tanah, menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, sekaligus memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat.

“Harapan kami, pembangunan SPALD-S ini menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas lingkungan Kota Mataram yang semakin bersih, sehat, dan layak huni,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
dinas pupr mataram pembangunan spald-s mataram sanitasi sehat mataram lale widiahning