Herbologis Cafe Mataram, Ruang Nongkrong Anak Muda untuk Ngopi, Berdiskusi hingga Menjaring Relasi

Kimda Farida • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:38 WIB
GRAND OPENING: (dari kanan) Owner Herbologis Cafe, Tamam, Syafiqah Nazri dan Lurah Pejarakan Karya Mulhakim
GRAND OPENING: (dari kanan) Owner Herbologis Cafe, Tamam, Syafiqah Nazri dan Lurah Pejarakan Karya Mulhakim

 

LombokPost-- Menjamurnya kafe di Kota Mataram tak membuat Herbologis Cafe sekadar hadir sebagai tempat ngopi.

 Berlokasi di kawasan Jalan Pemuda Mataram yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, kafe ini membawa konsep ruang kreatif bagi anak muda untuk berdiskusi, bertukar ide, sekaligus membangun jejaring.

Owner Herbologis Cafe, Tamam, mengatakan, kafe tersebut lahir dari keinginannya menyediakan ruang yang dapat mendorong generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif.

“Tempat ini kami jadikan sebagai pusat inspirasi dan kreasi untuk anak-anak muda. Tempat berkumpul, menjalin silaturahmi dan persaudaraan,” kata Tamam.

Owner Herbologis Cafe Tamam memperkenalkan konsep kafenya sebagai ruang kreatif anak muda untuk ngopi, berdiskusi, dan membangun jejaring.
Owner Herbologis Cafe Tamam memperkenalkan konsep kafenya sebagai ruang kreatif anak muda untuk ngopi, berdiskusi, dan membangun jejaring.

Pemilihan lokasi juga bukan tanpa alasan.

Herbologis Cafe berada di kawasan yang dekat dengan lingkungan kampus dan pusat pendidikan.

Kondisi tersebut dinilai strategis untuk menjangkau mahasiswa maupun komunitas anak muda.

Konsep yang diusung pun diarahkan sebagai ruang diskusi dan bertukar pikiran.

Baca Juga: STIE Bima Sukses Dampingi Sentra Kerupuk Kulit Lewat Inovasi Kemasan dan Digital Marketing

Menurut Tamam, secangkir kopi dapat menjadi pintu awal lahirnya berbagai gagasan dan kolaborasi.

“Kami ingin tempat ini menjadi pusat diskusi, tempat bertukar pikiran dan berkreasi. Dengan kopi, kita bisa menciptakan hal-hal baru dan mendapatkan inspirasi,” ujarnya.

Kopi Sapit Jadi Andalan

Kopi menjadi menu utama sekaligus bagian penting dari identitas Herbologis Cafe.

Tidak hanya menyajikan kopi, Tamam ingin menjadikan kafe tersebut sebagai ruang edukasi bagi anak muda untuk mengenal kopi lebih dalam.

Menariknya, Herbologis Cafe turut mengangkat potensi lokal NTB dengan menggunakan kopi dari wilayah Sapit, Lombok Timur.

Kopi tersebut diperoleh dari petani binaan yang produksinya menjadi salah satu pilihan utama bahan baku kafe.

“Petani binaan kami ada di Sapit. Hasil kopi dari perkebunan di sana kami prioritaskan untuk digunakan,” katanya.

Baca Juga: UM Bima Dorong Digitalisasi Wisata Air Terjun Pelangi, Pokdarwis Karamabura Terapkan E-Ticketing

Selain kopi lokal, Herbologis Cafe menyediakan fasilitas Wi-Fi dan internet yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bekerja, belajar maupun mengerjakan tugas.

Kenyamanan tempat juga menjadi perhatian agar pengunjung betah berdiskusi dan beraktivitas.

Baca Juga: HUT Ke-81 RI, PLN Sambungkan Listrik 97.500 VA ke Koperasi Nelayan Sumbawa

Mahasiswa Dapat Diskon Khusus

Menyasar kawasan pendidikan, Herbologis Cafe memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa.

Selain menyediakan ruang yang nyaman untuk belajar dan berdiskusi, mahasiswa juga akan mendapatkan program diskon khusus.

Tamam mengatakan, mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang ingin difasilitasi karena memiliki potensi besar untuk berkembang dan melahirkan berbagai gagasan baru.

Namun, Herbologis Cafe tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa.

Kafe ini juga terbuka untuk masyarakat umum, komunitas, pelaku usaha hingga berbagai kalangan yang ingin membangun koneksi.

“Mahasiswa bisa mendapatkan informasi dari senior-seniornya yang sudah merintis perusahaan atau memiliki koneksi lain. Jadi kami ingin mempertemukan berbagai latar belakang di sini,” jelasnya.

Baca Juga: Desa Taman Baru Mulai Krisis Petani Milenial

Konsep tersebut membuat Herbologis Cafe tidak sekadar menjadi tempat nongkrong, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pertemuan antara mahasiswa, komunitas dan pelaku usaha.

Ingin Bawa Kopi Lombok ke Pasar Internasional

Ada ambisi lebih besar yang ingin dibangun Tamam melalui Herbologis Cafe. Dengan dukungan keluarga dan sejumlah relasi di Malaysia, ia berharap kafe tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Lombok kepada wisatawan mancanegara.

Sejumlah relasi di Malaysia disebut telah memberikan dukungan sejak awal pengembangan usaha.

Bahkan, mereka berencana mengajak jaringan dan relasinya untuk berkunjung ke Lombok.

“Kami ingin Herbologis Cafe menjadi satu brand tempat yang bisa menarik wisatawan asing. Datang ke Lombok, nikmati alamnya, dan jangan lupa ngopi di Herbologis Cafe,” tuturnya.

Kolaborasi dengan relasi dari Malaysia juga menjadi bagian dari upaya membawa Herbologis Cafe memiliki jaringan lebih luas.

“Tim kami ada yang dari Malaysia dan ada yang di Lombok. Kami bekerja sama supaya tempat ini bisa go internasional walaupun skalanya masih kecil,” katanya.

Investasi Rp350 Juta, Berdayakan Anak Muda

Untuk membangun Herbologis Cafe, Tamam menyebut investasi yang dikeluarkan berada di kisaran Rp350 juta. Saat ini, kafe tersebut didukung lima orang karyawan.

Baca Juga: Tiga Proyek Strategis Pemkab Lombok Barat Dikebut

Ke depan, jika usaha berkembang, Tamam berencana membuka lebih banyak kesempatan bagi anak muda yang memiliki potensi untuk bergabung dan berkembang bersama.

Baginya, Herbologis Cafe bukan hanya soal bisnis kopi.

Lebih dari itu, tempat tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kreativitas, memperluas jaringan dan memperkenalkan potensi Lombok melalui secangkir kopi.

“Jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru,” pesan Tamam.

Dengan menggabungkan kopi lokal Sapit, ruang kreatif, komunitas anak muda dan jejaring internasional, Herbologis Cafe mencoba menawarkan pengalaman berbeda: ngopi, berdiskusi, membangun relasi, sekaligus membawa nama Lombok lebih jauh.

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Herbologis Cafe Cafe Mataram Kopi Sapit kopi lombok Kuliner Mataram