KKP dan Pokdarwis Kota Toea Rayakan Kemerdekaan RI di Kedalaman Laut Ampenan

Chia • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:21 WIB
Seorang penyelam scuba KKP memegang bendera merah putih saat bersiap menyelam untuk mengibarkannya di dasar laut Ampenan.
Seorang penyelam scuba KKP memegang bendera merah putih saat bersiap menyelam untuk mengibarkannya di dasar laut Ampenan.

 


Pagi yang cerah di pesisir Ampenan, menyajikan pemandangan tak biasa. Gelombang biru jernih berpadu dengan semangat warga dan para penyelam yang bersiap mengibarkan Sang Saka Merah Putih di kedalaman laut.


----------------------------------------------


Laut Ampenan yang selama ini lebih dikenal dengan sejarah kota tuanya, ternyata memiliki pesona lain yang tersembunyi. Di balik riak gelombang pesisir, terumbu karang nan indah membentang sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia menjadi panggung sempurna untuk menyingkap keindahan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan, PLN NTB Peremajaan Keypoint Jaringan Listrik di Praya


Suasana peringatan berlangsung sangat merakyat. Tidak ada keprotokolan kaku atau barisan seragam yang seragam ketat. Warga, nelayan, hingga berbagai komunitas berbaur menggunakan pakaian sehari-hari, sarung, hingga kaos santai. 


Acara diawali dengan senam kebugaran bersama para lansia di tepi pantai, dilanjutkan dengan apel penghormatan bendera dan pembacaan teks Proklamasi secara khidmat namun penuh kehangatan persaudaraan.


Puncak perayaan bergeser ke tengah perairan. Sejumlah perahu cadik tradisional milik nelayan lokal bersiap mengantar tim penyelam ke titik pengibaran. Di atas perahu, bendera Merah Putih yang terikat pada tiang bambu diserahkan secara khidmat kepada tim penyelam scuba yang sudah mengenakan perlengkapan selam lengkap beserta rompi pelampung oranye. 


Seruan "Merdeka!" mengema riuh dari atas perahu, disambut tepuk tangan warga dan alunan nyanyian lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara spontan.


Saat penyelam menceburkan diri ke dalam air laut yang jernih, aksi spektakuler dimulai. Dari kedalaman laut, tiang bambu ditancapkan kokoh di antara hamparan terumbu karang. Bendera merah putih berkibar anggun di dalam air, dikelilingi gelombang gelembung udara (bubbles) yang membubung indah ke permukaan. 


Penyelam memberi hormat sempurna di samping Sang Saka yang meliuk-liuk tertiup arus dasar laut, menyajikan pemandangan bawah laut Ampenan yang memukau.


Aksi ini diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Makassar Wilayah NTB, bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Toea Ampenan, Kelompok Wisata Bahari (Pokwisri), serta Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram. 


Koordinator Balai Penataan Ruang Laut Makassar Wilayah NTB Muhammad Barmawi, mengungkapkan perayaan ini sengaja dirancang santai agar menyatu dengan masyarakat setempat. Selain peringatan kemerdekaan, momentum ini dimanfaatkan untuk penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Lembaga binaan KKP pertama di NTB serta penyerahan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) seluas 1 hektare bagi kelompok masyarakat.

Baca Juga: Dua Rafale Debut di Peringatan Kemerdekaan, Ikut Demo Udara 17 Agustus di Langit Istana


“Selama ini orang mendengar Ampenan langsung teringat sampah atau pesisir yang kurang bagus. Padahal di dasar lautnya menyimpan terumbu karang yang sangat indah. Hari ini kita buktikan seluruh daerah di NTB memiliki potensi bahari yang luar biasa,” ujarnya.

Seorang penyelam scuba KKP memegang bendera merah putih saat bersiap menyelam untuk mengibarkannya di dasar laut Ampenan, kemarin (17/8). 

Keta Pokdarwis Kota Toea Ampenan yang ikut turun menyelam menjelaskan pihaknya dari Pokdarwis telah lama mengetahui adanya terumbu karang di dasar laut sekitar bekas dermaga Pelabuhan Ampenan. Pihaknya telah melakukan pengecekan potensi ini.

"Semoga kita bisa ters menjaga kelestarian terumbu karang ini," ujarnya.

 


K

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
legalitas ruang laut kemerdekaan 17 agustus Ampenan Mataram Nelayan Ampenan