Pariwisata Mataram Harus Naik Kelas, Dewan Pipit: Fokus Datangkan Wisatawan Luar Daerah

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:29 WIB

 

Siti Fitriani Bakhreisyi
Siti Fitriani Bakhreisyi

 

LombokPost – Kota Mataram perlu mulai menaikkan kelas event pariwisatanya. Bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memastikan setiap event mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Kota Mataram Siti Fitriani Bakhreisyi mengatakan, ukuran keberhasilan event pariwisata tidak semata-mata dilihat dari kemeriahan atau jumlah kegiatan yang digelar. Lebih penting, seberapa besar aktivitas tersebut mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Harapan kita bukan hanya event, tetapi efeknya terhadap perekonomian daerah,” kata Siti Fitriani, Selasa (14/8).

Menurut politisi yang akrab disapa Pipit itu, setiap inovasi pariwisata harus memiliki perhitungan manfaat ekonomi yang jelas. Ketika wisatawan datang dan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama, sektor lain ikut bergerak.

Mulai dari hotel, kuliner, transportasi hingga UMKM dan berbagai usaha lokal. Sebaliknya, ketika arus wisatawan tidak tumbuh, sektor akomodasi dan usaha pendukung pariwisata akan menghadapi tekanan.

Karena itu, Pipit mendorong Dinas Pariwisata Kota Mataram memperkuat promosi sekaligus menyusun agenda wisata yang lebih terencana. Salah satunya melalui kalender event yang bisa menjadi rujukan calon wisatawan.

Sejumlah agenda yang sudah dikembangkan Dispar dinilai menjadi modal positif. Di antaranya Peresean di Taman Loang Baloq, Mayura Yoga Heritage di Taman Mayura, hingga Heritage Walk di kawasan eks Pelabuhan Ampenan dan Kota Tua Ampenan.

Namun, skala dan sasaran event tersebut dinilai perlu ditingkatkan. Pipit menyarankan pemerintah tidak terlalu mengejar banyaknya kegiatan, melainkan memilih event yang memiliki daya tarik lebih kuat dan jaringan promosi lebih luas.

 

Baca Juga: AMMAN Bawa AI Ready ASEAN ke Unram, Literasi AI NTB Naik Kelas

“Kalau eventnya diperkecil, tapi cakupan jaringan untuk tamu wisatanya lebih ke nasional, itu justru lebih efektif,” ujarnya.

Menurut dia, Kota Mataram memiliki posisi strategis sebagai pusat kota. Bahkan ketika event digelar di destinasi tertentu, wisatawan tetap berpotensi memilih Mataram sebagai tempat menginap, berbelanja, menikmati kuliner, maupun memenuhi kebutuhan lainnya.

Karena itu, keberadaan event berskala nasional akan memberikan efek berantai yang lebih besar. Hotel mendapatkan tamu, restoran memperoleh konsumen, transportasi bergerak, sementara UMKM dan usaha kecil di sekitar destinasi ikut merasakan manfaatnya.

Pipit juga meminta efektivitas anggaran pariwisata dapat diukur secara lebih konkret. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah idealnya memiliki indikator dampak ekonomi yang jelas.

“Harapan kita untuk skema pariwisata ini sendiri, bagaimana setiap nilai rupiah itu menghasilkan berapa,” tegasnya.

Dia mencontohkan, ketika pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk sebuah kegiatan, perlu ada gambaran mengenai seberapa besar perputaran ekonomi yang dihasilkan. Dengan begitu, keberhasilan event tidak berhenti pada jumlah peserta atau kemeriahan acara.

Orientasi tersebut dinilai penting agar kegiatan pariwisata benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Terutama pelaku UMKM, pedagang, pengusaha kecil, sektor jasa, hingga pelaku usaha akomodasi.

Pipit mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Dispar Mataram. Namun, inovasi tersebut perlu terus ditajamkan dengan target yang lebih jelas.

Dia berharap Mataram ke depan memiliki sejumlah event unggulan berskala nasional yang digelar konsisten. Event tersebut tidak harus banyak, tetapi memiliki identitas kuat dan mampu menjadi alasan wisatawan luar daerah datang ke Mataram.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Manfaat Program Sebesar Rp 909 Juta di Festival Gawe Beleq

“Jadi benar-benar berdampak terhadap pelaku UMKM kita, kemudian pengusaha-pengusaha kecil kita di lokal,” pungkasnya.

Empat Agenda Rutin

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, pergerakan wisatawan ke Mataram memang dinamis. Saat ini, kunjungan masih didominasi wisatawan lokal dari berbagai daerah di NTB.

Sementara wisatawan domestik dari luar daerah jumlahnya belum terlalu besar. Meski demikian, pasar tersebut tetap ada dan terus dikembangkan.

“Tetapi tetap ada,” tegas Cahya.

Untuk memperkuat daya tarik kota, Dispar memilih menjaga konsistensi agenda pariwisata. Kegiatan dirancang rutin setiap bulan sehingga destinasi tidak hanya ramai ketika ada momentum tertentu.

Keterbatasan anggaran juga tidak menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas promosi dan atraksi. Dispar mengembangkan berbagai kegiatan secara kreatif melalui skema non-budgeter dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Setiap bulan kita jadwalkan rutin ada kegiatan yang sudah dicanangkan,” terangnya.

Dalam satu bulan, sedikitnya terdapat empat agenda utama yang disebar setiap pekan. Pekan pertama diisi Mayura Yoga Heritage di Taman Mayura.

Pekan kedua dilanjutkan Relax Friday yang dipusatkan di Teras Udayana. Kemudian pekan ketiga diisi atraksi budaya Peresean di Taman Loang Baloq.

Baca Juga: Pemdes Bayan Luruskan Konsep Watu Telu Masyarakat Bayan

“Sementara pekan keempat ditutup dengan Heritage Walk yang mengambil lokasi di kawasan bersejarah Kota Tua Ampenan,” ujarnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Kota Mataram event pariwisata mataram naik kelas siti fitriani bakhreisyi calendar of event