Kunjungan Wisata ke Loang Baloq Turun, Ini Diduga Jadi Penyebabnya

Chia • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Pengunjung saat bersantai bersama keluarga menikmati panorama sunset di pantai kawasan Taman Loang Baloq.
Pengunjung saat bersantai bersama keluarga menikmati panorama sunset di pantai kawasan Taman Loang Baloq.

LombokPost - Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Taman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, mengalami penurunan drastis. Destinasi pesisir unggulan Kota Mataram yang sempat menjadi pilihan utama warga lokal maupun pelancong tersebut saat ini kian sepi, baik pada operasional pagi, siang, hingga sore hari.

"Kalau sekarang ini memang agak mulai sedikit ya, walaupun kadang-kadang ada beberapa orang yang berkunjung. Jika dibandingkan dengan awal-awal munculnya tren dulu, kondisinya sangat jauh berbeda,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Loang Baloq Tamrin.  

Tamrin mengatakan, pada masa kejayaannya atau saat liburan sekolah, ribuan orang berjubel memadati area taman dan pantai dari pagi hingga malam hari.

Tamrin membeberkan, saat ini angka kunjungan harian merosot drastis dan hanya berada di kisaran 400 hingga 500 orang saja per hari dari pagi sampai sore.

Baca Juga: Kulineran Ikan Bakar Murah dan Lezat di Loang Baloq

Salah satu faktor utama penyebab merosotnya angka kunjungan wisatawan ini adalah maraknya opsi destinasi wisata pantai baru yang bermunculan di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya.

“Kita berbicara skala kota, sekarang banyak pilihan tempat lain. Ada Pantai Ampenan, Pantai Gading, Pantai Bom, hingga pantai-pantai lain di bagian utara. Ini membuat kunjungan wisatawan terpecah,” jelasnya.

Penurunan jumlah wisatawan yang datang memberikan dampak ekonomi cukup berat bagi para pedagang UMKM maupun pengelola kawasan. Banyak pedagang yang biasanya sudah bersiap sejak pukul 07.00 WITA dan berjualan hingga malam, sekarang gigit jari karena sepinya pembeli. Tidak sedikit dari mereka yang memilih membatasi hari berdagang.

“Sangat berdampak pada pedagang. Kalau tidak ada pengunjung, otomatis jualan sepi. Sekarang banyak pedagang yang dalam seminggu hanya buka tiga kali karena banyaknya libur akibat sepinya pembeli. Dampak lainnya juga merembet pada penerimaan sewa lapak dan retribusi parkir yang mengalami kendala tunggakan,” tambahnya.

Baca Juga: Peresean Rutin Loang Baloq Hadirkan Kepastian Pertunjukan, Perkuat Positioning Wisata Budaya Mataram

Menyikapi sepinya kunjungan, Pokdarwis Loang Baloq berupaya memantik kembali minat masyarakat dengan menyiapkan panggung kecil di tepi pantai untuk wadah pertunjukan hiburan rakyat. Selain itu, pengelola memanfaatkan momentum HUT ke-79 RI di bulan Agustus dengan menggelar berbagai agenda publik seperti senam bersama.

Tamrin pun menaruh harapan besar kepada Pemkot melalui Dinas Pariwisata (Dispar) agar memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan Taman Loang Baloq. Pengelola berharap fasilitas panggung hiburan yang ada dapat diaktifkan secara rutin, minimal empat hingga lima kali dalam seminggu.

“Harapan kami adalah peningkatan kreativitas acara, terutama optimalisasi panggung hiburan. Yang penting keramaian hidup kembali,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Dispar Kota Mataram Leni Oktavia menjelaskan, pergerakan jumlah wisatawan di Kota Mataram ini memang cenderung tentatif atau kerap berubah-ubah. Sejauh ini, angka kunjungan masih didominasi oleh wisatawan lokal dari wilayah NTB. Sementara wisatawan domestik asal luar daerah jumlahnya belum terlalu banyak.

“Kalau untuk domestik luar daerah tidak terlalu banyak tetapi tetap ada,” katanya.

Baca Juga: Kawal Keberangkatan Kloter Pertama, Satpol PP NTB Pastikan Asrama Haji Loang Baloq Kondusif

Untuk mendongkrak angka kunjungan di Mataram, Dispar menyusun strategi matang melalui gelaran event secara rutin saban bulan. Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk tetap menghidupkan pariwisata daerah. Berbagai kegiatan tetap digulirkan melalui skema non-budgeter yang dikemas secara kreatif.

“Setiap bulan kita jadwalkan rutin ada kegiatan yang sudah dicanangkan," terangnya.

Sebagai rincian strategi, Dispar menetapkan empat agenda utama yang disebar di setiap pekan dalam satu bulan. Pada pekan pertama, Dispar menggelar kegiatan Mayura Yoga Heritage.

Selanjutnya pada pekan kedua, agenda dilanjutkan dengan program Relax Friday yang dipusatkan di Teras Udayana. Memasuki pekan ketiga, atraksi kebudayaan berupa pertunjukan Peresean akan digulirkan di kawasan Taman Loang Baloq untuk memancing kembali kedatangan wisatawan.

Adapun pada pekan keempat, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan agenda Heritage Walk yang mengambil lokasi di kawasan bersejarah Kota Tua Ampenan.

"Sekalipun minim anggaran, kegiatan pariwisata tetap kita laksanakan untuk meramaikan destinasi kita," tandasnya. (chi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
wisata loang baloq pamtai wisata pokdawarsi Wisata Budaya Mataram