Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kawasan Selatan Rinjani Racik Wisata Berbasis Pertanian

S
Penulis: Supardi❯
LABU SIAM: Seorang petani asal Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela sedang memetik buah labu siam di lahan miliknya. 
LABU SIAM: Seorang petani asal Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela sedang merapikan labu siam yang sudah dipetik di lahan miliknya.  

Advertisement

LombokPost-Kawasan selatan Rinjani yang mencakup Desa Pengadangan, Pengadangan Barat, Jurit Baru, dan Timbanuh mulai dikembangkan menjadi agro eduwisata berbasis masyarakat dan pendidikan. Pengembangan itu memadukan potensi pertanian, perkebunan, wisata alam, dan edukasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Daerah selatan Rinjani memiliki potensi yang cukup besar, seperti pertanian dan perkebunan, sumber daya alamnya cukup melimpah,” terang Guru Besar Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Mataram Prof Diswandi.

Dijelaskan, melalui konsep agro eduwisata ini, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tapi juga belajar aktivitas pertanian. Wisatawan juga bisa melakukan camping ground, kegiatan outbound, hingga trekking menuju perkebunan masyarakat.

Untuk mendukung program ini, para petani dibekali pengetahuan terkait pariwisata. Dengan begitu, masyarakat dapat menceritakan berbagai komoditas yang dikembangkan, mulai dari proses budi daya sampai tahap pengolahan hasil panen.

“Program ini sudah kami mulai sejak Juni lalu, kita mulai fokusnya di Desa Timbanuh, nanti akan kita kembangkan ke desa-desa yang lain,” katanya.

Advertisement

Program ini telah disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk menyiapkan sumber daya manusia, menyusun paket wisata, membangun infrastruktur pendukung, serta memasarkan paket wisatanya.

Ia mengatakan, pengelola akan mengembangkan paket wisata berdasarkan komoditas unggulan di setiap wilayah. Dicontohkan, di Desa Timbanuh salah satu komoditas unggulan adalah labu siam. Dengan konsep ini, wisatawan akan memetik hasil pertanian dan mengolahnya langsung di lokasi.

Konsep eduwisata ini menghadirkan wisata petik sayur, wisata kuliner, dan live cooking. Selain itu, pengelola juga mengenalkan alam di selatan Rinjani sekaligus menyampaikan cerita mengenai kondisi kawasan itu dari sudut pandang masyarakat setempat.

Untuk mengembangkan wisata ini, pihaknya juga berencana mengirim mahasiswa KKN untuk membantu pengembangan dan promosi wisata selatan Rinjani. Bahkan, pihaknya akan mengundang komunitas dan keluarga dekat melakukan uji coba camping.

“Kalau mau camping ground tidak perlu jauh-jauh ke Sembalun. Cukup di Timbanuh dan desa yang lainnya. Kalau Sembalun punya agrowisata stroberi, di selatan punya agrowisata sayur-sayuran,” jelasnya. 

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Empat Desa Atur Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Empat Desa Atur Pendakian Jalur Selatan Rinjani

-Empat desa penyangga Gunung Rinjani jalur selatan mulai menyusun aturan bersama tata kelola pendakian yang ditargetkan berlaku pada 2027.

 Unram Siapkan Timbanuh Jadi Desa Agro Eduwisata, Alternatif Baru Wisata Kaki Rinjani

Unram Siapkan Timbanuh Jadi Desa Agro Eduwisata, Alternatif Baru Wisata Kaki Rinjani

Unram kembangkan Desa Timbanuh menjadi Desa Agro Eduwisata alternatif wisata kaki Rinjani melalui Program Profesor Berdampak.

Pendaki Asal Narmada Terjatuh di Jalur Selatan Rinjani

Pendaki Asal Narmada Terjatuh di Jalur Selatan Rinjani

Seorang pendaki perempuan asal Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat terjatuh saat hendak melakukan pendakian ke gunung Rinjani

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer