LombokPost-TIM Penggerak (TP) PKK Kota Mataram merangkul lintas agama dalam Road Show Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Lintas Agama. Sebuah ikhtiar edukasi yang menyasar langsung generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan gempuran tantangan digital.
Kegiatan ini digelar bersama Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama lintas agama. Lokasi di tempat ibadah masing-masing sebagai panggung utama sosialisasi.
“Road Show PAAREDI Lintas Agama ini berlangsung secara maraton,” terang Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana.
Dilaksanakan di berbagai tempat ibadah berbeda. Menyusuri keberagaman rumah ibadah sebagai simbol kebersamaan lintas iman.
Hari pertama digelar pada Senin, 20 Juli 2026 di Masjid Baiturrahman, Kecamatan Selaparang. Hari kedua berlangsung Selasa, 21 Juli 2026 di Pura Saraswati, Kecamatan Sekarbela.
“Hari ketiga dilaksanakan Rabu, 22 Juli 2026 di Masjid Darul Hidayah, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram,” terangnya.
Hari keempat digelar Minggu, 2 Agustus 2026 di GPIB Immanuel Mataram, Kecamatan Mataram. Hari kelima berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 di Vihara Sanata Dharma Maitreya, Kecamatan Cakranegara.
“Rangkaian Road Show resmi dipungkasi pada hari keenam, Jumat 14 Agustus 2026, di Gereja Katolik St. Antonius, Kecamatan Ampenan,” jelasnya.
Program ini lahir sebagai jawaban atas tantangan zaman yang kian rumit. Di balik gemerlap kemudahan akses informasi dan komunikasi di era digital, mengintai pula ancaman nyata yang siap menjerat generasi muda.
Baca Juga: Update Cedera Skuad Arsenal, Bruno Guimaraes Masih Meragukan
Antara lain, penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), banjir hoaks, kecanduan gawai, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba. Road Show ini menyasar langsung ke akar rumput dengan melibatkan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai peserta.
Kinnastri yang akrab disapa Bunda Kikin, menegaskan program PAAREDI upaya sungguh-sungguh membangun karakter remaja. Sekaligus menanamkan kearifan dalam bermedia digital.
Ia menekankan program ini bukan untuk membatasi ruang gerak remaja. Namun membekali mereka agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin kalian menjadi generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta berani mengambil keputusan yang benar,” ujar Bunda Kikin.
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat turut digandeng. Sebagai garda pendamping anak-anak dalam melewati masa tumbuh kembangnya.
Meski menghimpun tokoh dari beragam latar belakang keyakinan, Bunda Kikin menegaskan satu benang merah. Seluruh agama pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai yang sama.
Agama mengajarkan nilai-nilai yang sama. Antara lain kasih sayang, kejujuran, saling menghormati, tanggung jawab, serta menjauhi segala perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Nilai-nilai universal inilah yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Ia berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, taat beragama. “Hindari bullying, hargai perbedaan, dan juga menjadi bagian dari terciptanya kehidupan yang harmonis di Kota Mataram,” ujarnya.
Baca Juga: FHI NTB Kirim Tim Terbaik ke Kejurnas Hockey Indoor 2026, Intip Target Besarnya
Melalui PAAREDI Lintas Agama, anak-anak diajak menyelami pemahaman perbedaan bukanlah tembok pemisah. Namun jembatan saling menghormati dan merajut persaudaraan.
Tantangan yang dihadapi generasi masa kini jauh lebih pelik. Salah satu jebakan yang disoroti adalah fenomena fear of missing out (FOMO) yakni dorongan tak terbendung untuk selalu mengikuti tren agar tak dicap ketinggalan zaman.
TP PKK Kota Mataram menegaskan komitmennya PAAREDI Lintas Agama bukan program sekali jalan. Melainkan gerakan berkesinambungan.
“Menuju generasi Kota Mataram yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis