
LombokPost - Perputaran uang pada pasar rakyat yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram di enam kelurahan diperkirakan menembus angka hingga Rp 300 juta.
Tingginya antusiasme warga dalam menyerap komoditas bahan pokok penting (bapokting) menjadi pendorong utama meroketnya transaksi harian di setiap titik pelaksanaan.
“Itu hampir Rp 50 juta per titik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida.
Diketahui, kegiatan pasar murah ini digelar di enam titik kelurahan padat penduduk jelang Maulid.
Di antara lain, Kelurahan Kebun Sari, Ampenan; Getap Barat, Cakranegara; Kekalik Jaya, Sekarbela; Pejeruk, Ampenan; Mapak Dasan, Sekarbela; dan Geguntur, Sekarbela.
Nida mengungkapkan, rata-rata perputaran uang di satu titik lokasi pasar murah mampu mendekati angka Rp 50 juta per hari.
Baca Juga: Rahasia Khalid Basalamah Kembalikan Uang, KPK Ungkap 'Pasar Gelap' Kuota Haji
“Contohnya kegiatan di Kantor Lurah Pejeruk, transaksinya hampir mendekati Rp50 juta, tepatnya sekitar Rp 49 juta sekian. Di kelurahan lain rata-rata juga Rp 40 juta sekian. Jadi kalau dihitung dari lima sampai enam titik lokasi, total perputaran uangnya sudah mendekati Rp 300 juta," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di enam kelurahan tersebut berpatokan pada wilayah dengan padat penduduk serta memiliki tingkat antusiasme masyarakat yang tinggi.
Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses kebutuhan pokok secara langsung kepada warga sekaligus menjaga kestabilan harga pasar.
Selain itu, Disdag juga mempertimbangkan kesiapan serta efisiensi dari para distributor yang dilibatkan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




