Mohan Imbau Warga Mataram Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau

Chia • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:22 WIB
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran

 

LombokPost - Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran di tengah kondisi musim kemarau ekstrem yang melanda saat ini.

Imbauan ini disuarakan mengingat cuaca kering yang terjadi akibat fenomena El Nino bisa mempertinggi risiko terjadinya kebakaran pemukiman maupun lahan.

“Kami sangat berharap agar ada kesadaran kita bersama untuk betul-betul menjaga serta waspada terhadap kondisi saat ini. Kita belum bisa memastikan berapa panjang musim kemarau ini berlangsung,” kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. 

Baca Juga: Dampak Kebakaran Asrama MA Mu'allimin NW Anjani, Perlengkapan Sekolah Santri Ikut Ludes Terbakar

Menurutnya, potensi kebakaran tidak hanya mengintai kawasan pemukiman padat penduduk saja. Melainkan juga wilayah permukiman heterogen hingga kompleks perumahan.

Karena itu, kesadaran kolektif dari masyarakat sangat dibutuhkan agar peristiwa yang merugikan tersebut dapat dihindari sedini mungkin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram sendiri telah menggencarkan sosialisasi pencegahan bencana melalui berbagai kanal komunikasi resmi pemerintah.

Mohan meminta warga untuk mematuhi hal-hal mendasar yang kerap menjadi pemicu kebakaran, seperti tidak membakar sampah sembarangan, memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, serta memeriksa instalasi dan korsleting listrik di tempat tinggal masing-masing.

"Ini musim kering yang amat sangat, jadi rentan sekali terjadi kebakaran. Jauh-jauh hari melalui seluruh kanal yang kita punya, kami sudah sampaikan imbauan terkait potensi bencana karena El Nino tahun ini," tegasnya.

Selain mengajak masyarakat untuk bersikap proaktif, Pemkot juga telah memastikan kesiapan sistem mitigasi dan penanganan bencana di lapangan.

Mohan mengaku telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram untuk menyiagakan personil dan armada operasional.

Baca Juga: Damkarmat Mataram Tangani Serbuan Satwa Liar Selama Libur Lebaran

Sebelumnya, Kepala Damkarmat Kota Mataram Rudi Suryawan mencatat, 30 peristiwa kebakaran sepanjang Juli hingga 25 Agustus ini.

Rinciannya, 10 peristiwa kebakaran tercatat selama Juli. Memasuki Agustus, jumlahnya meningkat menjadi 20 peristiwa hingga 25 Agustus. Dari total tersebut, 8 kejadian melibatkan lahan kosong, masing-masing satu kasus pada Juli dan tujuh kasus selama Agustus.

“Kalau kebakaran bangunan atau ruko, mayoritas penyebabnya karena korsleting listrik. Karena itu, kami mengimbau masyarakat memastikan kondisi instalasi dan peralatan listrik tetap aman,” katanya. 

Sementara untuk kejadian kebakaran pada lahan kosong, faktor kelalaian manusia turut menjadi perhatian. Warga yang membakar sampah kemudian meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam dapat memicu kebakaran, terlebih saat kondisi lahan kering dan cuaca panas.

“Api yang awalnya kecil bisa membesar dan merambat, apalagi saat kondisi cuaca panas serta banyak material kering,” tandasnya. (chi) 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
musim kering DAMKARMAT MATARAM Mataram Kebakaran