Warga Dilarang Bakar Sampah Sembarangan, Waspada Kebakaran

Chia • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Kepala BPBD Kota Mataram Budi
Kepala BPBD Kota Mataram Budi

 

LombokPost - BPBD Kota Mataram meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Warga diimbau keras untuk tidak membakar sampah secara sembarangan. Untuk mengantisipasi maraknya insiden kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat penduduk.

“Kalau bakar sampah pastikan titik api benar-benar padam,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono. 

Hal ini diambil menyikapi maraknya musibah kebakaran yang terjadi dalam satu pekan terakhir di Pulau Lombok. Sejumlah kejadian tercatat melalap area pemukiman padat di Kota Mataram, Desa Sade di Lombok Tengah, Perumahan Puncang di Lombok Barat, hingga salah satu pondok pesantren di Anjani, Lombok Timur.

Baca Juga: PLN UIP Nusra dan BPBD Mataram Latih Warga Pesisir Hadapi Bencana, Bagikan Tas Siaga

Selain pembakaran sampah, BPBD melarang warga membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu percikan api di kawasan padat pemukiman.

Sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026, sementara kondisi cuaca diperkirakan membaik seiring hadirnya awan hujan pada akhir September hingga Oktober 2026.

Untuk memastikan pesan kesiapsiagaan sampai ke lapisan bawah, BPBD menggencarkan sosialisasi massal hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.

Edukasi dilakukan melalui rekaman instruksi Wali Kota Mataram di rumah-rumah ibadah, penyebaran brosur, hingga memanfaatkan pengeras suara serta CCTV di persimpangan jalan Kota Mataram.

Camat dan lurah juga diperintahkan turun langsung mengedukasi masyarakat.

“Wilayah Kota Mataram didominasi pemukiman padat dan minim lahan hutan, karena itulah kami minta warga dan aparat aktif berpartisipasi,” tambahnya.

Di samping ancaman kebakaran, masyarakat diminta bijak menghemat pemakaian air bersih serta menjaga kesehatan fisik selama cuaca ekstrem berlangsung.

Sejauh ini, BPBD memastikan ketersediaan air bersih di Kota Mataram masih aman. Berdasarkan pantauan para camat, sumur warga dan saluran irigasi sawah tetap teraliri dengan baik tanpa ada laporan gagal panen. 

“Air dari PDAM juga berjalan lancar. Tidak ada penurunan debit yang signifikan,” jelasnya.

Seperti yang diimbau Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, musim kemarau dengan fenomena el nino yang datang lebih awal dan akan berlangsung lebih lama ini tentu meningkatkan potensi kebakaran.

Hal tersebut dikarenakan kondisi yang panas dan kering. 

“Hindari bakar sampah agar tidak memicu titik api,” imabunya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Mataram BPBD Kota Mataram Kebakaran musim kemarau