Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merger Batal, SMPN 5 Praya Timur Diprioritaskan Direhab

L
Penulis: Lestari Dewi❯
SEGERA DIREHAB: Sebanyak lima orang siswa kelas 8 menyimak materi belajar yang diberikan guru di SMPN 5 Praya Timur, Desa Beleke Lebe Sana, Praya Timur, Loteng, Selasa (1/9).
SEGERA DIREHAB: Sebanyak lima orang siswa kelas 8 menyimak materi belajar yang diberikan guru di SMPN 5 Praya Timur, Desa Beleke Lebe Sana, Praya Timur, Loteng, Selasa (1/9).

Advertisement

 

LombokPost - Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) menggelar kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke SMPN 5 Praya Timur, Selasa (1/9). Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. 

“Hasil monev bersama rombongan Komisi IV, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, hingga kepala desa, kami sepakat akan mendorong semua fraksi di Komisi IV untuk bersama-sama menyuarakan kondisi ini,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Loteng Mayuki, Selasa (1/9).

Mayuki menjelaskan, dorongan kolektif ini muncul karena sarana dan prasarana di SMPN 5 Praya Timur sudah sangat tidak layak. Selain kerusakan fisik gedung, lingkungan sekolah juga dinilai terlalu bebas dan kurang terawasi lantaran belum memiliki tembok pembatas kawasan. Siapa saja bisa dengan mudah keluar masuk area sekolah.

“Sampai saya sebut sekolah ini adalah 'SMPN 5 Luar Biasa', alias luar dari kebiasaan," sindir politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Advertisement

Ia menilai wajar jika para orang tua di desa setempat enggan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah itu. Minimnya faktor keamanan, kenyamanan, dan ketertiban menjadi alasan utama menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat yang kemudian beralih memilih sekolah lain.

Komisi IV berkomitmen membawa dan membahas kondisi SMPN 5 Praya Timur dalam pembahasan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026 pada September ini serta APBD Murni 2027 pada November mendatang. Mayuki menegaskan, pihak legislatif akan mengawal ketat anggaran rehabilitasi sekolah itu.

“Berapa pun anggarannya, yang penting ada perhatian bersama demi keberlangsungan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan fasilitas yang layak bagi masyarakat,” paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Rifai menyatakan dukungannya agar langkah rehabilitasi fasilitas sekolah yang rusak parah itu dilakukan secara bertahap dan terencana. Menurut skema yang disiapkan, perbaikan akan dibagi ke dalam dua tahap penganggaran.

Pada APBD Perubahan (APBD-P) 2026, fokus utama diusulkan pada perbaikan sarana vital kegiatan belajar mengajar, yakni ruang kelas dan ruang guru. Selanjutnya, pada APBD Murni 2027, usulan rehabilitasi akan dilanjutkan untuk pembenahan ruang laboratorium, perpustakaan, serta penataan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dewan Minta Akses SMPN 5 Praya Timur dan KDMP Dipisah, Disdikbud Wacanakan Pemindahan Sekolah

Dewan Minta Akses SMPN 5 Praya Timur dan KDMP Dipisah, Disdikbud Wacanakan Pemindahan Sekolah

DPRD Lombok Tengah meminta Pemkab memisahkan akses SMPN 5 Praya Timur dengan gedung Koperasi Desa yang dibangun di lahan sekolah

Bupati Lombok Tengah Kaji Bangun Ulang SMPN 5 Praya Timur

Bupati Lombok Tengah Kaji Bangun Ulang SMPN 5 Praya Timur

Kerusakan fasilitas pendidikan di SMPN 5 Praya Timur mendapat perhatian serius dari Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri

Potret Buram Sekolah Pelosok di Kecamatan Praya Timur, Perpustakaan Dipenuhi Semak Belukar

Potret Buram Sekolah Pelosok di Kecamatan Praya Timur, Perpustakaan Dipenuhi Semak Belukar

SMPN 5 Praya Timur mengalihkan kegiatan belajar 30 siswanya ke ruang guru dan laboratorium akibat empat ruang kelas serta perpustakaan rusak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer