LombokPost--Sepekan terakhir berbagai bencana melanda di sejumlah daerah di Indonesia. Dari gempa bumi di NusaTenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan hingga kebakaran di Desa Wisata Sade di Lombok Tengah (Loteng).
Berangkat dari kabar duka ini jamaah umrah Muhsinin Tour and Travel secara khusus memanjatkan doa bagi para korban bencana. Doa ini berulang kali dipanjatkan dalam rangkaian ibadah baik di Madinah dan Makkah.
TGH Fahrurrozi Wardi, pembimbing umrah mengajak 40 jamaah yang dibawanya untuk memanjatkan doa bagi korban kebakaran di Sade, Loteng. Ia berharap doa yang dipanjatkan dari Tanah Suci dapat meringankan beban para korban.
"Mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, semoga Allah SWT meringankan beban dan memberi kemudahan," ujarnya disambut kata aamiin oleh para jamaah.
Seperti diberitakan sebelumnya 21-24 Agustus lalu sejumlah titik api muncul dan berkembang menjadi kebakaran hutan dan di sejumlah lokasi di Kalimantan. Akibatnya ribuan hektare lahan terbakar menyebabkan kerugian ekologis serta gangguan kesehatan bagi jutaan warga.
Baca Juga: Teknologi Pertanian China Diuji Coba di Lotim, Semprot Satu Hektare, Drone Cuma Butuh 15 Meni
Kemudian Sabtu (22/8) malam, Desa Wisata Sade ludes dilalap si jago merah. Akibatnya puluhan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, bambu dan ilalang habis terbakar.
Sementara di NTT, gempa tektonik dengan kekuatan M 7,7 terjadi. Akibatnya 105 orang dilaporkan tewas dan 1.678 warga luka-luka. Selain itu 81 ribu lebih rumah rusak dan membuat ratusan ribu warga di tujuh kabupaten terdampak mengungsi.
"Hari ini (28/8) dari depan Kakbah kami kembali mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tidak hanya di Lombok tapi di seluruh wilayah di Indonesia," ujar Ustad Zainal Arifin usai memandu jamaah melakukan tawaf sebelum salat Jumat.
Jamaah umrah ini sendiri terdiri atas 40 orang peserta yang datang dari berbagai daerah di NTB. Mereka berangkat ke Tanah Suci dalam paket umroh bulan Maulid Nabi pada 20 Agustus 2026. Di mana jamaah terbang dari Lombok via Jakarta langsung ke Madiah dengan Garuda Indonesia.
Di Madinah jamaah dipandu untuk menjalankan ibadah secara intensif, termasuk salat Jumat di Masjid Nabawi. Selain itu Jamaah juga diajak berziarah dan berdoa di sejumlah lokasi bersejarah dalam awal peradaban Islam seperti Makam Nabi Muhammad SAW, Masjid Quba, Makam Sahabat di Baqi, Jabbal Uhud hingga Masjid Qiblatain.
Puncaknya Senin (24/8) malam hingga Selasa (25/8) dini hari bertepatan dengan 12 Rabiul Awal hari kelahiran Nabi Muhammad SAW jamaah dipandu melakukan rangkaian ibadah umrah pertama. Miqat diambil dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah tepatnya di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah).
Selanjutnya pada Rabu (26/8) siang jamaah dipandu kembali untuk melaksanakan umrah kedua. Kali ini Miqat dilakukan di Masjid Jiqranah selepas acara ziarah ke Jabal Tsur, Jabbal Rahmah, Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina.
"Selama di Tanah Suci kami berupaya membantu jamaah untuk memperbanyak Ibadah termasuk menambah jumlah umroh baik untuk diri sendiri maupun badal bagi keluarga yang telah meninggal dunia," tambah Ust Arifin.
Baca Juga: Pemda KLU Mulai Antisipasi Kebakaran Rumah Adat
Pria asal Darek Lombok Tengah ini mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan kesempatan di Tanah Suci untuk beribadah se besar-besarnya.
"Termasuk mendoakan keluarga dan saudara-saudari kita di tanah air.
Direktur Operasional Muhsinin Tour and Travel Ali Imran menambahkan, dalam rangkaian bulan Maulid ini pihaknya memberangkatkan dua kelompok umrah. Yakni pada 17 dan 20 Agustus. Dua kelompok ini berkesempatan ziarah dan umrah pada momen istimewa hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
"Ada dua kelompok paket HUT Kemerdekaan dan Maulid masing-masing 40 orang," tambahnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post