
LombokPost – Kebakaran yang melanda kawasan Rumah Adat Sade, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu dijadikan alarm bagi Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Apalagi di KLU juga terdapat banyak rumah adat.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KLU Erwin Rahadi mengatakan, rumah adat terdapat di beberapa titik.
Salah satunya di Kecamatan Bayan. "Tentu semuanya memiliki potensi kebakaran," ujarnya.
Dia mengatakan, kawasan rumah adat perlu mendapat perhatian serius. Secara struktur bangunannya menggunakan material yang mudah terbakar.
Baca Juga: Siswi SD di Lombok Utara Diajak Jalan-jalan Lalu Digilir di Rumah Kosong, Tiga Pelaku Ditangkap
Terlebih, rumah adat Bayan tercatat sudah beberapa kali mengalami kebakaran. “Di Bayan itu pernah kebakar, sudah tiga kali,” kata Erwin.
Menurutnya, mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan armada Damkar. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rumah adat perlu dibekali kemampuan penanganan awal sehingga api dapat dikendalikan sebelum petugas tiba. “Kita latih mereka bagaimana cara memadamkan api,” ujarnya.
Selain kesiapan warga, ketersediaan peralatan dan sumber air juga menjadi persoalan.
Erwin menyebut pembangunan sumber air, termasuk sumur bor, perlu dipertimbangkan di kawasan yang rawan kebakaran.
Kesiapan armada Damkar KLU juga masih menghadapi kendala anggaran. Saat ini terdapat delapan armada, namun anggaran pemeliharaan baru mencukupi untuk dua unit.
Keterbatasan juga terjadi pada personel dan kendaraan pendukung. Damkar KLU memiliki sekitar 110 personel yang tersebar di sejumlah pos.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




