LombokPost - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram bergerak cepat menyisir ulang para pelaku usaha di wilayahnya menjelang penutupan masa pendataan Sensus Ekonomi 2026 pada 31 Agustus mendatang.
Penyisiran pemungkas ini difokuskan untuk merekam dinamika bisnis lokal, mulai dari munculnya usaha baru, perpindahan lokasi, hingga unit usaha yang telah gulung tikar.
Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto, menjelaskan bahwa pemetaan ulang ini krusial demi menjamin keakuratan data basis perekonomian daerah.
Padahal, capaian verifikasi target awal yang mencakup 120.000 keluarga dan 60.000 unit usaha di Mataram sebenarnya sudah menembus angka 100 persen.
"Sisa waktu hingga akhir Agustus ini kami optimalkan untuk memetakan dinamika usaha di lapangan. Perubahan seperti usaha yang baru buka, pindah, atau tutup tetap harus tercatat agar gambaran kondisi ekonomi Kota Mataram benar-benar akurat," kata Reza.
Baca Juga: Beri Klarifikasi, BPS Mataram: Sensus Ekonomi Bukan Urusan Pajak
Reza menegaskan seluruh kerahasiaan data pelaku usaha dilindungi penuh oleh undang-undang.
Setelah tahap pendataan lapangan resmi ditutup pada 31 Agustus 2026, BPS akan langsung tancap gas melakukan proses penyaringan (cleaning) dan validasi data pada 1–15 September 2026 untuk mengoreksi potensi anomali data.
Output dari Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya disajikan dalam bentuk direktori resmi perusahaan serta basis data populasi usaha berdasarkan skala dan kualifikasi lapangan usaha.
Data ini diproyeksikan menjadi rujukan strategis Pemkot Mataram dalam menarik investasi serta merumuskan arah kebijakan pembangunan ke depan.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyambut baik langkah penyisiran ulang ini.
Menurutnya, akurasi data BPS merupakan landasan utama pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merancang program kerja.
"Data statistik BPS ini rujukan kami dalam mengambil kebijakan, termasuk untuk melakukan koreksi terhadap program yang sudah berjalan. Gambaran seperti angka pengangguran hingga kemiskinan merupakan hal fundamental yang jadi tolok ukur kami untuk menangani berbagai isu penting di daerah," tegas Mohan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan