Anggaran Dispar Mataram Anjlok, Festival Loang Baloq Absen

Chia • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 14:25 WIB
Semarak perayaan Lebaran Topat di Pantai Loang Baloq, beberapa waktu lalu.
Semarak perayaan Lebaran Topat di Pantai Loang Baloq, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost - Minimnya kegiatan pariwisata dampak efisiensi anggaran membuat kunjungan ke Taman Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, semakin sepi. Sejumlah festival besar yang biasanya menjadi magnet wisatawan kini tidak lagi digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram.

Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra membenarkan keterbatasan anggaran tahun ini berimbas langsung pada pemangkasan agenda pariwisata di destinasi tersebut.

“Efisiensi anggaran tahun ini berdampak pada berkurangnya kegiatan dan event pariwisata. Karena itu, agenda di Loang Baloq juga jauh lebih sedikit,” kata Cahya.

Padahal pada tahun sebelumnya, kawasan ini rutin menyelenggarakan event besar seperti Festival Reggae, Festival Sunrise to Sunset, hingga Festival Durian. Tapi tahun ini, Dispar tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk menggelar festival serupa.

Baca Juga: Festival Durian Lombok di Loang Baloq,  Manisnya Laba Durian KLU dari Pengepul Murah Jadi Primadona Kota

Sebagai gantinya, Dispar hanya mengandalkan atraksi budaya peresean yang digelar rutin setiap minggu ketiga setiap bulannya untuk menjaga daya tarik kawasan.

“Untuk kegiatan rutin, saat ini peresean yang masih kami laksanakan di Loang Baloq,” kata mantan Camat Sekarbela tersebut.

Selain minimnya event, menjamurnya tempat rekreasi dan lokasi nongkrong baru di Kota Mataram turut menjadi tantangan. Masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif tempat hiburan selain Taman Loang Baloq.

Mengenai data pasti penurunan angka kunjungan wisatawan, Cahya mengaku pihaknya belum melakukan penghitungan.

“Belum ada sih datanya,” terangnya.

Baca Juga: Gandeng Swasta, Festival Durian Dinilai Ampuh Hidupkan Wisata Loang Baloq

Menyikapi kondisi tersebut, Dispar mulai menyusun strategi pemulihan. Salah satunya berkolaborasi dengan Kelurahan Tanjung Karang melalui program Desa Berdaya NTB untuk membuat keramba hias di kolam kawasan taman sebagai sarana rekreasi memberi makan ikan.

Tak hanya itu, penataan fasilitas fisik juga bakal menyasar lapak pedagang di bagian utara kawasan yang dinilai sudah tidak layak.

“Di kawasan utara itu kondisinya sangat tidak layak, jadi harus kita benahi,” pungkasnya.

Langkah pembaruan ini sejalan dengan keluhan pengunjung.

Sebelumnya, Sekretaris Dispar Kota Mataram Leni Oktavia mengungkapkan, alokasi anggaran dinas tahun ini merosot tajam. Anggaran berkurang sekitar Rp 3 sampai Rp 4 miliar.

“Tahun ini hanya ada sekitar Rp 1,5 miliar sekian, dan itu pun utamanya untuk operasional rutin. Makanya kita hanya bertumpu pada kegiatan-kegiatan kecil saja,” jelasnya. (chi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Kota Mataram festival loang baloq dinas pariwisata Mataram Dispar