DI balik angka harga pangan, ada kebutuhan keluarga. Di balik data kemiskinan, ada warga yang menunggu perhatian.
Di balik pertumbuhan ekonomi, ada aktivitas masyarakat yang harus terus dijaga. “Data-driven policy ini menjadi penting,” tekan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Kamis (10/9).
Karena itu, pemkot mulai mendorong agar data tidak berhenti menjadi deretan angka dalam laporan. Mohan menempatkan data sebagai salah satu fondasi dalam menentukan kebijakan.
“Setiap mengambil kebijakan harus rasional berdasarkan data,” tegasnya.
Bagi pemerintah, kebutuhan terhadap data semakin besar. Masyarakat menginginkan perubahan yang cepat.
“Ia membantu pemerintah membaca persoalan sebelum mengambil keputusan,” ucapnya.
Namun, membangun sistem data saja belum cukup. Inovasi yang dibuat pemerintah harus bisa bertahan setelah seremoni selesai.
“Yang saya butuhkan adalah kebijakan itu kemudian melahirkan dampak yang berlanjut dalam jangka panjang,” ujarnya.
Baca Juga: Kangen Band Bubar? Dodhy Singgung Kezaliman, Andika Mahesa Kaget
Karena itu, inovasi juga membutuhkan fondasi. Ada aturan yang jelas. Ada sumber daya manusia yang mampu mengelolanya.
Dan ada rencana agar sistem tersebut terus digunakan. “Setiap inovasi harus memiliki landasan hukum yang kuat, SDM yang kuat, dan proyeksi jangka panjang,” lanjut Mohan.
Salah satu ikhtiar itu hadir melalui Sipasti Mapan. Namanya sederhana. Akronim dari Strategi Kendali Pasokan Pangan Strategis untuk Pengendalian Inflasi Daerah Kota Mataram.
Asisten II Setda Kota Mataram H. Miftahurrahman mengatakan, data menjadi bagian penting dalam mengendalikan kondisi pangan. “Untuk melihat kondisi pasokan, harga, dan distribusi,” katanya.
Keputusan pun dapat dibuat berdasarkan kondisi yang terukur. “Dengan Sipasti Mapan, kita ingin pengendalian inflasi dilakukan berdasarkan informasi yang aktual sehingga langkah pemerintah bisa lebih tepat,” ujarnya.
Namun data pembangunan tidak berhenti pada persoalan harga pangan. Mataram juga memiliki PINTAR. Pusat Informasi dan Layanan Data Terpadu.
Portal tersebut dikembangkan Pemkot Mataram bersama BPS Kota Mataram untuk menghadirkan berbagai informasi pembangunan dalam satu ekosistem data.
Kepala Diskominfo Kota Mataram M. Ramadhani mengatakan, PINTAR diharapkan membuat data lebih dekat dengan masyarakat. “PINTAR kita hadirkan agar data tidak berhenti di ruang birokrasi,” ujarnya.
Sebab data yang hanya tersimpan di ruang birokrasi tidak banyak berarti bagi masyarakat. Data baru memiliki nilai ketika bisa dibaca. Digunakan.
Baca Juga: Raup Penjualan via E-Commerce! Bea Cukai Mataram Bongkar Modus Rokok Ilegal
Kemudian diterjemahkan menjadi keputusan. Karena itu, akses juga menjadi bagian penting.
“Data harus mudah diakses, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar melihat perkembangan,”
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis