LombokPost — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram mencatat dinamika mutasi penduduk yang cukup tinggi sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data per Agustus 2026, sebanyak 11.395 jiwa (5.587 surat pindah) tercatat keluar dari Kota Mataram, sementara warga yang masuk mencapai 10.494 jiwa (5.112 surat datang).
Meski angka kepindahan keluar lebih tinggi, Sekretaris Dinas Dukcapil Kota Mataram Lalu Ahmad Gunadi menegaskan bahwa selisihnya relatif berimbang.
"Pindah keluar memang lebih banyak, tetapi selisihnya tidak besar," ujar Lalu Ahmad Gunadi.
Dukcapil menilai dinamika pergerakan ini sangat erat kaitannya dengan peran Kota Mataram sebagai pusat pendidikan dan aktivitas ekonomi regional. Banyak pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang masuk saat memulai kegiatan, lalu mengurus kepindahan kembali saat selesai.
"Walaupun data kami tidak secara spesifik menyebutkan faktor penyebab mutasi ini, kami yakin faktor pendidikan dan pekerjaan yang paling dominan," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala BPS Kota Mataram Mohammad Reza Nugraha. Ia menyebut faktor kelulusan studi dan pencarian peluang usaha baru di kawasan sekitar menjadi pemicu kepindahan.
"Banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah yang menuntaskan masa studi di Mataram kemudian kembali ke daerah asal. Banyak juga warga yang pindah karena mencari kerja atau dapat peluang usaha baru di daerah sekitar," kata Reza.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan