LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak mengantisipasi potensi timbulnya kasus keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Belajar dari insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) baru-baru ini, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman mengimbau seluruh pihak pengelola dapur MBG dan pihak sekolah di Kota Mataram untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan secara ketat.
“Saya berharap di Mataram, kasus yang ada di Lombok Tengah itu dijadikan pelajaran. Supaya betul-betul bertanggung jawab di dapurnya masing-masing, siapa koordinatornya, supaya hal seperti itu tidak terjadi di Kota Mataram,” kata Mujiburrahman.
Baca Juga: Dikes NTB Tegaskan SPPG Wajib Sajikan Menu MBG Aman dan Sehat
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelayakan konsumsi sebelum makanan tersebut dibagikan dan disantap para siswa. Ia menekankan, penyediaan makanan untuk anak sekolah merupakan hal yang sangat rawan. Sehingga tidak boleh ada pihak yang lalai atau mengabaikan standar keselamatan pangan.
Menurutnya, koordinasi yang jelas serta komitmen pengelola dapur dalam menjaga higienitas dan kualitas masakan adalah kunci utama penjaminan keamanan pangan program MBG.
Selain pengetatan di bagian dapur penyedia, orang nomor dua di Kota Mataram ini juga meminta keterlibatan aktif dari pihak sekolah, khususnya para guru. Ia meminta agar MBG yang tiba di sekolah tidak langsung dibagikan begitu saja kepada para murid. Tapi wajib melalui proses pemeriksaan dan pengawasan ketat terlebih dahulu oleh petugas atau pihak sekolah.
“Kita harus melibatkan guru-guru juga untuk tidak langsung membagikan makanan. Harus dicek dulu. Artinya tidak perlu dicicipi langsung, tapi bisa dicium baunya atau dilihat apakah ada perubahan fisik pada makanan tersebut,” jelasnya.
Mujiburrahman menambahkan, langkah pemeriksaan fisik secara visual dan aroma tersebut sangat penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dan memberikan peringatan keras kepada sejumlah pengelola dapur MBG di wilayah Kota Mataram agar tetap konsisten menerapkan prosedur operasional standar secara ketat.
Baca Juga: Keamanan MBG di Mataram Diperketat, SPPG Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
"Yang jelas harus waspada, harus hati-hati, dan mengantisipasi segala kemungkinan negatif. Saya sudah kontak beberapa dapur dan ingatkan untuk ekstra hati-hati. Kita ingin dapur dan sekolah di Mataram benar-benar aman dari kejadian yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram sekaligus Ketua Satgas MBG Lalu Martawang, mengatakan seluruh pihak harus terlibat dalam memastikan program berjalan sesuai standar.
Martawang mengatakan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar keamanan pangan dan higiene. Termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, makanan yang disalurkan ke sekolah harus diberi label waktu produksi sehingga dapat dipastikan dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang.
“Kita tidak ingin mempertaruhkan masa depan dan keselamatan anak-anak kita. Kalau makanan sudah melewati ketentuan waktu konsumsi, sekolah harus berani menolak,” katanya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan