Saluran Adisucipto Dipenuhi Sampah

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB
Seorang pengendara berhenti di dekat tumpukan sampah saluran jalan Adi Sucipto.
Seorang pengendara berhenti di dekat tumpukan sampah saluran jalan Adi Sucipto.

 

 

LombokPost – Tumpukan sampah memenuhi salah satu sisi saluran air di Jalan Adisucipto, Rembiga, Kota Mataram. Dedaunan kering, ranting, hingga sampah plastik menumpuk di dasar dan sisi saluran.

 

Kondisi itu terlihat saat petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram melakukan pembersihan, Selasa (22/9). Sampah diangkat secara manual untuk mengembalikan fungsi saluran dan memastikan aliran air tidak tersumbat.

 

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, pembersihan saluran dilakukan secara bertahap setiap hari. Petugas bekerja mulai pukul 08.00 WITA hingga 16.00 WITA dengan mengerahkan personel dan armada yang tersedia.

 

“Petugas di lapangan bekerja secara bertahap setiap harinya untuk memastikan seluruh saluran air dan sungai di Kota Mataram kembali bersih dan siap menghadapi perubahan musim,” kata Lale, kemarin.

 

Baca Juga: Dugaan Kasus Pelecehan Seksual, Wali Santri Ramai-ramai Jemput Anak, Komite Izinkan Pulang 3 Hari

 

Menurut dia, persoalan sampah di aliran air cenderung meningkat selama musim kemarau. Debit air yang surut membuat sampah lokal lebih terlihat dan menyebar di sepanjang aliran.

 

PUPR mengerahkan sekitar 350 petugas dan tujuh dump truck untuk menangani sampah di empat aliran sungai. Yakni Sungai Jangkuk, Ancar, Unus, dan Kali Ning. Selain itu, pembersihan dilakukan di sejumlah saluran air di wilayah kota.

 

Volume sampah yang harus ditangani disebut meningkat hingga sekitar 10 kali lipat dibanding kondisi normal. Pembersihan tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

 

Tumpukan sampah yang dibiarkan berpotensi menghambat aliran ketika debit air meningkat. Kondisi itu dapat mengurangi fungsi saluran dan sungai dalam menampung serta  mengalirkan air hujan.

 

Lale mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan saluran air maupun sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

 

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Cepat, MPP Mataram Diminta Beri Layanan yang Prima

Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman menilai persoalan sampah di saluran membutuhkan penanganan yang lebih terencana. Menurutnya, kegiatan pembersihan harus dibarengi langkah pencegahan agar sampah tidak kembali masuk ke saluran.

 

“Ini terjadi karena penanganan sampah kita memang belum maksimal. Perlu langkah konkret dan perencanaan yang jelas ke depan,” ujar Rachman.

 

Dia juga meminta masyarakat tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai, terutama pada musim kemarau. Sebab, sampah yang masuk ke aliran air berpotensi menjadi persoalan ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai turun.

 

Rachman menegaskan, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap persoalan tersebut. Termasuk memastikan penanganan sampah menjadi bagian dari perencanaan program dan penganggaran.

 

“Rekomendasi Komisi III jelas, Pemkot harus memberikan prioritas anggaran terhadap penanganan sampah. Ini harus masuk sebagai program prioritas dalam perencanaan kegiatan,” tegasnya. 

Baca Juga: DPD RI Soroti Penurunan Porsi TKD dalam RUU APBN 2027, TGH Ibnu Khalil Dorong Kesejahteraan Daerah

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
dinas pupr mataram sampah Sampah Mataram