LombokPost – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram terus memperkuat peran masyarakat dalam penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan sosial bagi masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mengenali, mencegah, serta membantu menangani berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Kepala Dinsos Kota Mataram Muzakkir Walad mengatakan, penguatan pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan kesejahteraan sosial. Sebab, keluarga dan lingkungan sekitar merupakan pihak terdekat yang dapat mengenali kondisi seseorang sekaligus memberikan dukungan awal.
“Bimbingan sosial ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi sosial, kesehatan, maupun psikologis yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” katanya, Selasa (22/9).
Baca Juga: PLN NTB Pastikan Listrik MotoGP Mandalika 2026 Siap, 200 Personel Disiagakan
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pendampingan sosial. Materi juga mencakup aspek kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan psikiatri.
Termasuk mengenali tanda dan gejala ketika seseorang berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menilai kondisi secara hati-hati, menjaga keselamatan pendamping, serta melibatkan tenaga profesional ketika situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam materi kegawatdaruratan psikiatri, peserta diperkenalkan dengan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya perubahan perilaku ekstrem, kecemasan berat, perilaku agresif, gangguan kontrol diri, hingga kondisi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun lingkungan.
Pendekatan dalam menghadapi kondisi tersebut juga ditekankan untuk tetap mengutamakan keselamatan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan penanganan seorang diri ketika menghadapi situasi berisiko, serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk kondisi.
Perkuat Pengetahuan Masyarakat
Baca Juga: Suzuki Siapkan Layanan Khusus untuk Mobil Terdampak Bencana
Kegiatan tersebut juga membekali peserta mengenai cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang sedang mengalami gangguan atau krisis psikologis.
Sikap mengancam, merendahkan, menghakimi, maupun menunjukkan kemarahan perlu dihindari karena dapat memperburuk situasi.
“Pendekatan yang tenang dan mengutamakan keselamatan menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan,” ujarnya.
Materi juga menekankan pentingnya membangun dukungan bersama di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, keluarga maupun masyarakat tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian, tetapi dapat melibatkan tenaga kesehatan, tenaga pendamping, serta unsur masyarakat yang memiliki kapasitas.
“Penanganan PPKS membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Masyarakat diharapkan semakin aktif menciptakan lingkungan yang peduli, inklusif, dan responsif terhadap persoalan kesejahteraan sosial,” tegasnya.
Baca Juga: Dulu Penuh Sesak PKL, Wajah Baru Jalan Adi Sucipto Mataram Sekarang Berubah Drastis Jadi Super Canti
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Mataram Farid Wajdi, SE., MM., yang mewakili Kepala Dinsos Kota Mataram, serta tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Mutiara Sukma NTB, Ns. Miswari Nila Mutiarani, M.Kep., Sp.Kep.J.
Kehadiran tenaga kesehatan memberikan penguatan pada materi, terutama terkait aspek kesehatan dan psikososial. Peserta mendapatkan gambaran mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui bimbingan sosial ini, Dinsos Kota Mataram berharap pemahaman masyarakat terhadap penanganan PPKS semakin meningkat. Tidak hanya mampu mengenali persoalan, masyarakat juga diharapkan mengetahui langkah yang tepat untuk memberikan dukungan dan menghubungkan warga yang membutuhkan dengan layanan yang tersedia.
“Dengan pendekatan yang tepat, humanis, dan sesuai ketentuan, penanganan persoalan kesejahteraan sosial di Kota Mataram diharapkan semakin kolaboratif serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post