LombokPost - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengalokasikan dana insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk pengadaan armada operasional disambut lega oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kucuran dana segar dari total insentif Rp 10,5 miliar tersebut menjadi angin segar untuk meremajakan armada dump truck angkutan sampah sungai dan drainase di Kota Mataram yang kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
“Alhamdulillah, kita memang sangat membutuhkan itu,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning.
Lale mengungkapkan, keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan pembersihan sungai, drainase, hingga penanganan bahu jalan di seluruh wilayah kota.
Dari total armada yang ada, saat ini hanya tersisa tujuh unit dump truck yang masih dapat beroperasi.
“Bayangkan saja, bak dump truck itu sudah tembel sana tembel sini. Sudah ada yang batuk-batuk dan ada yang sakit alias rusak parah standby di kantor,” ujarnya.
Baca Juga: PUPR Kota Mataram Godok Pembebasan Lahan Toko Atlantis
Lale menjelaskan, sebagian besar truk operasional milik Dinas PUPR sudah berusia uzur sehingga memicu kerusakan fungsi mekanis secara berkala.
Kondisi tersebut membuat usulan penambahan armada mendesak untuk direalisasikan. Terlebih beban kerja penanganan kebersihan saluran air dan material jalan di Mataram terbilang tinggi.
“Armada pengadaan terakhir kami itu di tahun anggaran 2002,” ucapnya.
Selama ini, Dinas PUPR kerap mengusulkan pengadaan dump truck baru melalui APBD.
Namun, usulan tersebut berulang kali terganjal akibat keterbatasan alokasi anggaran daerah.
Padahal, kebutuhan ideal pengangkutan sampah dan sedimen di Kota Mataram mencapai sedikitnya 12 unit armada.
Keberadaan armada truk yang memadai sangat vital untuk menyokong normalisasi dan pengangkutan hasil pembersihan di sejumlah alur sungai besar, seperti Sungai Brenyok, Jangkuk, Ancar, dan Unus.
Selain itu, pengerjaan pembersihan saluran air Mataram bagian Kiri, Tengah, dan Mataram Kanan juga membutuhkan dukungan armada siap pakai.
“Idealnya setiap dua kecamatan didukung satu dump truck untuk pembersihan bahu jalan. Kalau ditambah dengan penanganan sungai dan sedimentasi drainase, idealnya kita butuh 12 unit,” tambahnya.
Dalam kondisi operasional normal, tujuh unit dump truck yang tersisa harus bekerja ekstra keras mengangkut sampah dan sedimen dari sungai maupun saluran kota.
Setiap armada dituntut melakukan dua hingga tiga kali ritase pengangkutan per hari untuk memastikan saluran kota tetap bebas sumbatan.
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memastikan, sebagian dana insentif fiskal dan penghargaan daerah senilai Rp 10,5 miliar dari Kemendagri akan dialokasikan langsung untuk peremajaan armada operasional Dinas PUPR.
Langkah ini diambil untuk memperkuat efektivitas penanganan kebersihan lingkungan dan pencegahan genangan di Kota Mataram.
“Ya kita lihat kondisi armada PU sudah tua. Itu yang penting untuk kami alokasikan,” jelasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan