Resmi Dilantik! APKESMI NTB Siap Bawa Perubahan Besar bagi Puskesmas se-NTB

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:48 WIB
DPW APKESMI NTB Resmi Dilantik, Perkuat Tata Kelola Puskesmas dan Transformasi Layanan Kesehatan Primer.
Pengurus DPW APKESMI NTB sesuai resmi dilantik. 

 

LombokPost – Pengurus Dewan Pengurus Wilayah Akselerasi Puskesmas Indonesia (DPW APKESMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2031 resmi dilantik di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Puskesmas, mendorong inovasi pelayanan, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di tengah berbagai tantangan pembangunan kesehatan.

 

Ketua DPW APKESMI NTB Zaroan Supriadi menegaskan, penguatan Puskesmas tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sarana dan prasarana. Diperlukan pembenahan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Menurutnya, Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, penguatan kelembagaan harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

 

“Penguatan Puskesmas tidak cukup hanya dengan melengkapi sarana dan prasarana. Kita juga harus memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mendorong inovasi agar pelayanan semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Zaroan.

 

Selain tata kelola dan mutu pelayanan, kesejahteraan SDM kesehatan juga menjadi bagian penting dalam agenda penguatan Puskesmas. Tenaga kesehatan merupakan penggerak utama pelayanan sehingga peningkatan kompetensi perlu diimbangi dengan lingkungan kerja yang baik, kepastian pengembangan karier, serta perlindungan dan perhatian terhadap kesejahteraan mereka.

Baca Juga: PLN Gandeng Koperasi Merah Putih, Bayar Listrik Kini Lebih Dekat ke Warga Desa

Zaroan menilai, tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional perlu didukung sistem kerja yang mampu menjaga motivasi serta keberlanjutan pelayanan. Dengan demikian, peningkatan kualitas layanan tidak hanya bertumpu pada tuntutan kinerja, tetapi juga pada dukungan yang memadai terhadap para tenaga kesehatan.

 

“Tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Kita ingin tenaga kesehatan dapat bekerja secara optimal, terlindungi dalam menjalankan tugas, dan terus termotivasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Kehadiran DPW APKESMI NTB diharapkan dapat memperkuat advokasi, membangun jejaring pembelajaran, serta mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan di tingkat daerah.

 

Organisasi ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi praktik baik, mengembangkan inovasi, dan memperkuat kapasitas pengelola Puskesmas. Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan kesehatan.

 

 Dorong Kolaborasi dan Inovasi

 

Baca Juga: PLN Raih Sector Champion CX100 Award 2026, Bukti Transformasi Layanan Pelanggan

Ke depan, DPW APKESMI NTB diharapkan segera menyusun program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer.

 

Penguatan kolaborasi tersebut diperlukan agar pembenahan tata kelola Puskesmas tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi pelayanan, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas SDM perlu menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan layanan kesehatan yang semakin efektif dan mudah dijangkau.

 

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi Puskesmas tidak hanya diukur dari perubahan sistem dan tata kelola, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Mulai dari akses pelayanan yang semakin mudah, mutu layanan yang lebih baik, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama.

 

Zaroan berharap, kepengurusan DPW APKESMI NTB periode 2026–2031 mampu mengambil peran aktif dalam mendorong perubahan tersebut melalui program yang menyentuh kebutuhan Puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan.

 

“Melalui APKESMI, kami ingin membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar Puskesmas semakin inovatif, profesional, dan terintegrasi. Tujuan akhirnya bukan sekadar memperbaiki sistem, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan mereka,” pungkasnya.

 

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Pedas, Sambal Bawang Ummi Sasak Bangun Identitas

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Pelantikan DPW APKESMI NTB 2026 Ketua DPW APKESMI NTB Zaroan Supriadi Transformasi Layanan Kesehatan Primer Puskesmas