Sasaka Mataram Bidik Karisma Event Nusantara 2027

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:46 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menyampaikan pemaparan terkait pengusulan Sasaka Mataram Tosan Aji Festival untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2027
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menyampaikan pemaparan terkait pengusulan Sasaka Mataram Tosan Aji Festival untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2027

 

 

LombokPost – Dinas Pariwisata Kota Mataram membidik Sasaka Mataram Tosan Aji Festival masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2027. Sebuah program kurasi event unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

“Bersaing dengan berbagai agenda budaya dan pariwisata dari daerah lain di Indonesia,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Selasa (13/10).

Dia mengatakan, keberlanjutan penyelenggaraan menjadi salah satu modal. Mengembangkan festival tersebut ke tingkat nasional. 

Sasaka Mataram telah berlangsung selama enam tahun. Melampaui persyaratan minimal tiga kali penyelenggaraan berturut-turut yang disebutnya sebagai salah satu syarat pengajuan.

“Sekarang sudah proses. Kita di Kota Mataram memasukkan Sasaka Mataram ini sebagai salah satu event yang nantinya diharapkan masuk dalam KEN,” kata Cahya.

KEN merupakan program Kementerian Pariwisata. Mengurasi dan mempromosikan event unggulan daerah sebagai daya tarik wisata. 

Untuk edisi 2027, pendaftaran dibuka pada 24 Agustus dan diperpanjang hingga 30 September 2026. Tahapan berikutnya mencakup seleksi administrasi dan konten, wawancara, hingga pengumuman hasil kurasi yang dijadwalkan pada Januari 2027.

Karena itu, pengusulan Sasaka Mataram menjadi langkah awal membawa festival budaya khas Lombok ke panggung promosi pariwisata nasional. Peluang tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada wisatawan yang lebih luas.

 

Baca Juga: Kakanwil Kemenkum NTB Risman Somantri Temui Miq Iqbal, Perkuat Sinergi Hukum Daerah

Cahya menilai, Sasaka Mataram memiliki kekuatan pada identitas budaya yang diangkat. Festival ini berfokus pada Tosan Aji, termasuk keris, yang tidak hanya memiliki nilai sebagai benda pusaka, tetapi juga menyimpan sejarah, filosofi, dan tradisi masyarakat.

Menurutnya, Kota Mataram memiliki posisi penting sebagai ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi peluang memperkenalkan budaya Sasak kepada khalayak yang lebih luas melalui kegiatan yang berkelanjutan.

Ia berharap Sasaka Mataram dapat menjadi salah satu simbol kekuatan budaya Sasak. “Mempertegas posisi Mataram sebagai pusat aktivitas kebudayaan di Lombok,” ucapnya. 

Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan KEN yang tidak hanya menempatkan festival sebagai tontonan. Namun mendorong penguatan identitas destinasi, pelestarian budaya, keterlibatan pelaku usaha, dan dampak ekonomi bagi masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Panitia Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026 Lalu Yopi Diansastra, mengatakan festival ini tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya komunitas pencinta pusaka. Namun juga sarana memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas. 

Menurutnya, rangkaian kegiatan dirancang agar pengunjung tidak sekadar melihat keris dan benda pusaka. Juga memahami nilai sejarah, proses pembuatan, serta upaya pelestariannya. 

“Event kita itu terbagi menjadi tiga hari. Ada parade kirab pusaka, area pameran, area workshop, area bisnis atau bursa UMKM, kemudian talkshow untuk edukasi,” kata Yopi.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026 Sasaka NTB Dinas Pariwisata Kota Mataram