
LombokPost – Keris bukan sekadar benda pusaka. Di dalamnya tersimpan sejarah, identitas, keterampilan perajin, hingga peluang ekonomi kreatif. Potensi inilah yang diangkat dalam Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026 di Pasar Seni Sayang-Sayang, 16–18 Oktober.
Festival tersebut mempertemukan komunitas perkerisan dari 19 kabupaten/kota. Pemerintah Kota Mataram berharap perhelatan ini memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Kita mewarisi nama yang tidak main-main. Nama yang memiliki marwah kejayaan masa lalu. Kita bertanggung jawab menjaga agar marwah itu tetap lestari untuk hari ini dan masa mendatang,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang saat membuka festival, Sabtu (17/10).
Dia menegaskan, warisan sejarah tidak cukup hanya dibanggakan. Kebudayaan harus terus dihidupkan melalui keterlibatan masyarakat, komunitas, dan generasi penerus.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





