Desak Penguatan Armada Sampah Lingkungan

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 13:28 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Sinta Primasari.
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Sinta Primasari.

 

 

LombokPost — Keterbatasan sarana pengangkut sampah di tingkat pemukiman kembali memicu perhatian publik. Kalangan legislatif terus bersuara salah satunya dipicu viralnya foto seorang warga di Lingkungan Tembeloq, terpaksa mengangkut tumpukan kantong sampah menggunakan sepeda motor pribadi.

Alasannya sendiri telah diketahui akibat keterbatasan akses gang sempit. “Ya apapun alasannya kondisi ini memprihatinkan dan menunjukkan bahwa sektor pengangkutan sampah kita masih memerlukan perhatian serius terhadap kendaraan operasional yang layak,” ujar anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Sinta Primasari, Senin (2/11).

Sinta menilai penanganan kebersihan lingkungan harus ditata secara terstruktur dan berjenjang. Politisi perempuan yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram ini mendorong agar pemerintah kota lebih fokus membenahi sarana.

“Terutama motor sampah,” tegasnya. 

Dia kemudian menekankan tiap kecamatan harus proaktif. Mengecek kondisi fasilitas penunjang di lapangan. 

“Terutama saat kita memasuki musim penghujan agar infrastruktur kebersihan benar-benar siap,” tegasnya.  

Selain persoalan armada fisik di lapangan, Sinta juga memberikan catatan kritis. Ia melihat efektivitas fasilitas pengelolaan sampah mandiri seperti pemanfaatan tempah dedoro. 

Menurutnya, pengawasan berkala sangat diperlukan agar program itu  tidak mubazir. Mengingat masih ada warga mencampur jenis sampah karena belum sepenuhnya tersosialisasi.

 

Baca Juga: Muara Sedayu Perkuat Sinergi Antar-Pihak

Lebih lanjut, dalam dinamika penganggaran daerah menyongsong tahun anggaran 2027, Sinta menyoroti tantangan fiskal. Salah satunya kabar ketiadaan alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) di APBD Murni. 

Kondisi ini menuntut adanya skema alternatif yang jelas dari eksekutif. Agar usulan kebutuhan mendesak, seperti pengadaan armada roda tiga bagi konstituen di lingkungan, tetap dapat terakomodasi.

“Kita harus mencari mekanisme terbaik agar kebutuhan sarana kebersihan masyarakat tetap bisa terakomodasi secara optimal di tengah perubahan pola penganggaran daerah,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Lurah Mandalika Lalu Heru Nuryadin telah memberikan klarifikasi. Armada roda tiga di wilayah tersebut sebenarnya tetap aktif beroperasi. 

Penggunaan motor pribadi oleh warga dilakukan secara taktis. Menjangkau gang-gang pemukiman yang lebarnya kurang dari satu meter.

“Mencegah warga membuang sampah sembarangan ke aliran Sungai Unus,” terangnya.



Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
sinta primasari Armada sampah Mataram Pengangkutan sampah Mataram