Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MotoGP Resmi Larang Perangkat Holeshot Mulai GP Belanda, Starting Grid Berubah pada Sachsenring

Rury Anjas Andita • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:06 WIB
MotoGP resmi melarang perangkat holeshot mulai GP Belanda 2026. Starting grid juga berubah mulai GP Jerman demi meningkatkan keselamatan. (motogp.com)
MotoGP resmi melarang perangkat holeshot mulai GP Belanda 2026. Starting grid juga berubah mulai GP Jerman demi meningkatkan keselamatan. (motogp.com)

LombokPost – MotoGP kembali melakukan perubahan besar terhadap regulasi teknis dan keselamatan. Komisi Grand Prix (Grand Prix Commission/GPC) resmi mengumumkan larangan penggunaan perangkat holeshot mulai Tissot Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen.

Selain menghapus perangkat holeshot lebih cepat dari jadwal, MotoGP juga memastikan perubahan tata letak starting grid mulai Grand Prix Jerman di Sachsenring. Seluruh kebijakan baru tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan aspek keselamatan di lintasan.

Perangkat holeshot selama ini digunakan pembalap untuk menurunkan posisi motor saat start sehingga akselerasi awal menjadi lebih maksimal. Awalnya, perangkat tersebut baru akan dilarang bersamaan dengan pemberlakuan regulasi teknis baru MotoGP pada musim 2027.

Baca Juga: Marco Bezzecchi Tercepat di Assen, Marc Marquez Crash pada FP1 MotoGP Belanda 2026

Namun, Komisi Grand Prix memutuskan mempercepat penerapan aturan tersebut. Artinya, mulai GP Belanda akhir pekan ini, seluruh pembalap MotoGP tidak lagi diperbolehkan menggunakan perangkat holeshot saat start balapan.

Larangan ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang mengenai penggunaan perangkat tersebut yang dalam beberapa seri terakhir menjadi salah satu topik hangat di paddock MotoGP.

Perubahan lain yang tak kalah penting adalah penyesuaian tata letak starting grid. Mulai Grand Prix Jerman di Sachsenring, seluruh kelas Grand Prix, yakni Moto3, Moto2, dan MotoGP, akan menggunakan jarak baru saat start.

Baca Juga: Presale 1 MotoGP Resmi Dibuka, Tiket Early Bird Sold Out

Jika sebelumnya jarak antarpembalap dalam satu baris adalah tiga meter, kini diperlebar menjadi empat meter. Konsekuensinya, jarak antarbaris juga berubah dari sembilan meter menjadi 12 meter. Meski demikian, jumlah pembalap dalam setiap baris tetap tiga orang.

MotoGP berharap perubahan tersebut mampu mengurangi risiko insiden pada fase start, yang selama ini menjadi salah satu momen paling rawan kecelakaan.

Komisi Grand Prix juga mengesahkan aturan lain yang akan mulai berlaku pada 2028. Mulai musim tersebut, setiap pabrikan hanya diperbolehkan menurunkan maksimal enam motor di grid MotoGP.

Baca Juga: Pedro Acosta Gabung Ducati Lenovo Team, Duet dengan Marc Marquez pada MotoGP 2027-2028

Artinya, selain tim pabrikan, masing-masing manufaktur hanya dapat memasok maksimal dua tim satelit. Aturan ini akan diberlakukan dengan syarat sedikitnya terdapat lima pabrikan yang berpartisipasi di MotoGP.

Sebenarnya pembatasan enam motor telah diterapkan secara praktik pada musim 2026, seperti yang dijalankan Ducati. Namun mulai 2028, ketentuan tersebut resmi menjadi bagian dari regulasi permanen MotoGP.

Serangkaian perubahan ini menandai langkah MotoGP dalam mempersiapkan era baru balap motor Grand Prix yang lebih aman, kompetitif, dan seimbang menjelang penerapan regulasi besar mulai musim 2027.

Editor : Rury Anjas Andita
#perangkat holeshot #MotoGP #aturan Baru motogp #Sachsenring #motogp belanda