LombokPost – Nama Barry Sheene kembali mendapat tempat terhormat dalam sejarah balap motor dunia. Dua kali juara dunia kelas premier itu resmi dilantik ke dalam MotoGP Hall of Fame dalam seremoni khusus di London, menjelang gelaran Grand Prix Inggris.
Penghormatan tersebut semakin menegaskan status Sheene sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah MotoGP. Putra sang legenda, Freddie Sheene, hadir mewakili ayahnya untuk menerima medali Hall of Fame dari CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta.
Sheene merupakan Juara Dunia 1976 dan 1977. Ia bukan hanya menjadi salah satu pembalap Inggris paling sukses, tetapi juga sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap popularitas balap motor di luar lintasan.
Baca Juga: MotoGP Tetap di Silverstone hingga 2028, 12 Pemenang Berbeda Jadi Buktinya
Dua Gelar Dunia dan 19 Kemenangan di Kelas Premier
Karier gemilang Barry Sheene sudah terlihat sejak debutnya. Pembalap Inggris itu langsung meraih podium dalam balapan kelas 125cc pertamanya pada 1971.
Tiga tahun berselang, Sheene melakukan debut di kelas premier dan kembali menunjukkan kecepatannya dengan finis di podium. Kemenangan pertama di kelas premier kemudian diraih pada Dutch TT 1977.
Sepanjang kariernya di kelas premier, Sheene mengoleksi 19 kemenangan dan 40 podium dalam sembilan musim penuh. Pencapaian tersebut mengukuhkan namanya sebagai salah satu pembalap paling sukses pada era 1970-an dan awal 1980-an.
Baca Juga: Raul Fernandez Bikin Sejarah di Silverstone, Jadi Pemenang Berbeda ke-12 MotoGP Inggris
Duel sengit melawan Kenny Roberts juga menjadi bagian penting dari warisan Sheene. Persaingan keduanya menjadi salah satu rivalitas paling menarik yang menghiasi MotoGP pada periode tersebut.
Nyaris Raih Gelar Ketiga
Sheene bahkan sempat kembali memburu gelar juara dunia ketiganya pada 1982. Dalam tujuh putaran pertama, ia berhasil mengamankan lima podium dan menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan titel.
Namun, ambisinya harus terhenti setelah mengalami kecelakaan saat sesi latihan di Silverstone. Insiden tersebut membuat Sheene harus menepi, meski tidak lantas mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia balap.
Ia masih melanjutkan karier selama dua musim berikutnya. Podium terakhirnya diraih pada 1984 di Kyalami, ketika ia tampil impresif dalam kondisi lintasan basah dan finis ketiga.
Sheene bahkan menyebut penampilan tersebut sebagai salah satu performa terbaik sepanjang kariernya.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Inggris: Jorge Martin Makin Jauh, Marc Marquez Terlempar
Penghormatan untuk Ikon Balap Inggris
Barry Sheene sebelumnya telah dinobatkan sebagai MotoGP Legend. Kini, status tersebut dilengkapi dengan keanggotaan MotoGP Hall of Fame.
Konsep MotoGP Hall of Fame diperkenalkan pada 2025 sebagai bentuk penghormatan tambahan bagi pembalap yang memenuhi kriteria prestasi luar biasa, termasuk berstatus juara dunia MotoGP dan/atau mengoleksi sedikitnya 25 kemenangan di kelas premier.
Sheene meninggal dunia pada 2003. Karena itu, putranya, Freddie, menjadi wakil keluarga dalam seremoni di London.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : motogp.com