
LombokPost – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak melulu soal para pelajar di sekolah.
Program ini juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi lokal.
Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), pemerintah daerah mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) masuk dalam rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengelola BUMDes dan BUMDesma dipertemukan dengan SPPG untuk membuka peluang kerja sama bisnis (business matching).
Baca Juga: Menguak Keindahan Pulau Paserang
Secara sederhana, terlibat dalam penyediaan sejumlah kebutuhan pangan program MBG.
Kepala DP2KBPMD KLU Atmaja Gumbara mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat keberlanjutan usaha BUMDes dan BUMDesma.
Salah satu caranya dengan membangun kemitraan dengan pihak ketiga atau lembaga usaha yang memiliki kebutuhan produk secara berkelanjutan.
“Ini salah satu bentuk upaya pemerintah daerah untuk mendorong penguatan ekonomi lokal desa dengan melakukan fasilitasi kerja sama antara BUMDes, BUMDesma dengan SPPG yang ada,” jelasnya.
Perputaran anggaran program tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat desa.
Kebutuhan SPPG seperti beras, telur, ayam, dan bahan pangan lainnya berpotensi dipenuhi dari produk lokal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




