Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini 7 Band Cadas Post-hardcore yang Punya Lagu Galau Enak Didengar yang Sering Nongol di Tiktok

Alfian Yusni • Minggu, 11 Mei 2025 | 11:50 WIB

 

Mirrors dikenal dengan gaya musik yang atmosferik: penuh ambience, clean vocal yang melankolis, serta riff berat yang tetap terasa indah. (Foto: instagram)
Mirrors dikenal dengan gaya musik yang atmosferik: penuh ambience, clean vocal yang melankolis, serta riff berat yang tetap terasa indah. (Foto: instagram)

LombokPost - Post-hardcore tak lagi hanya tentang teriakan dan kekacauan. Dalam gelombang modernnya, genre ini menjelma jadi ruang untuk menyuarakan luka paling personal, dengan lapisan melodi, atmosfer gelap, dan energi emosional yang tak lagi terbendung.

Post-hardcore modern memadukan scream dan clean vocals, gitar distorsi yang dibingkai ambient, serta lirik introspektif seputar cinta, kehilangan, trauma, dan eksistensi.

Ini bukan sekadar musik keras, tapi pelarian batin yang diekspresikan lewat dentuman dan bisikan.

Di tengah lanskap ini, muncul Mirrors, kuartet asal Gippsland, Australia. Band ini dikenal lewat sound yang sinematik dan emosional, memadukan melodi tajam dengan lirik penuh luka.

Lagu seperti “Leave Them Behind” atau “Vestige” tak hanya menghantam telinga, tapi juga menghantui perasaan.

Jika Mirrors sudah kamu nikmati, tujuh band berikut ini akan memperdalam pelarian anda ke dunia post-hardcore yang galau, gelap, dan indah.

1. Holding Absence

Holding Absence. (Foto: instagram)
Holding Absence. (Foto: instagram)

Asal: Inggris | Genre: Post-Hardcore / Melodic Rock

Musik yang terasa seperti surat terbuka tentang duka dan kehilangan.

“Wilt” dan “Gravity” seperti puisi patah hati di stadion kosong.

 

2. Thornhill

Thornhill. (Foto: instagram)
Thornhill. (Foto: instagram)

Asal: Australia | Genre: Progressive Metalcore / Cinematic Rock

Riff berat dipadu estetika visual sinematik.

Album “Heroine” menjelma jadi tragedi cinta dengan rasa film noir.

3. Sleep Token

Sleep Token. (Foto: instagram)
Sleep Token. (Foto: instagram)

Asal: Inggris | Genre: Atmospheric Metal / Progressive Post-Hardcore

Misterius dan religius, band ini seperti ritual yang menyanyikan kesedihan.

“Atlantic” dan “The Love You Want” menyentuh sisi terdalam dari kehilangan.

 

 

 

4. Casey

Casey. (Foto: instagram)
Casey. (Foto: instagram)

Asal: Inggris | Genre: Melodic Hardcore / Emo

Raw, rapuh, dan jujur. Musik mereka seperti membuka luka lama tanpa obat.

“Fade” dan “Darling” adalah rekaman rasa yang tak selesai.

 5. Dayseeker

Dayseeker. (Foto: instagram)
Dayseeker. (Foto: instagram)

Asal: AS | Genre: Post-Hardcore / Alt-Rock

Lagu-lagu mereka bagaikan heartbreak pop dalam balutan post-hardcore.

“Sleeptalk” dan “Burial Plot” cocok untuk malam-malam sendirian dengan headphone.

 

 

 

 

6. Invent Animate

 

Invent Animate. (Foto: instagram)
Invent Animate. (Foto: instagram)

Asal: AS | Genre: Progressive Metalcore / Ambient

Kompleks dan atmosferik. Mereka tidak sekadar membuat musik, tapi membangun dunia.

“Dark” dan “Heavener” pas untuk momen reflektif dan overthinking.

7. Novelists FR

Novelists FR. (Foto: instagram)
Novelists FR. (Foto: instagram)

Asal: Prancis | Genre: Melodic Metalcore / Djent

Perpaduan modern dengan sentuhan emosional yang kuat dan sinematik.

“Somebody Else” dan “Lost Cause” adalah soundtrack galau dengan nada global.

Post-hardcore modern memberi ruang untuk menyuarakan rasa sakit dengan cara paling elegan.

Di tangan band seperti Mirrors dan tujuh nama di atas, luka menjadi karya, dan duka berubah jadi puitis.

Untuk mereka yang ingin menangis tanpa katamusik ini akan bicara untuk anda. (***)

 

 

Editor : Alfian Yusni
#scream #Mirrors #post #lagu galau #galau #Hardcore #modern