LombokPost - Ronald eks GIGI ungkap fakta mengejutkan. Drummer yang dikenal lewat band GIGI ini ternyata pernah jadi bagian penting dalam sejarah Dewa 19.
Ya, Ronald Fristianto ternyata pernah mengisi drum di album kedua Dewa 19, “Format Masa Depan”, yang dirilis tahun 1994. Fakta ini dia ungkap dalam sebuah wawancara di YouTube channel drumNDRUM.
Ronald eks GIGI menceritakan bahwa awal mula dirinya bisa terlibat dalam proyek album Dewa 19 terjadi secara kebetulan.
Saat itu, ia tengah terlibat dalam proyek promo album Andy Liany di salah satu stasiun TV. Di acara itu, Ronald bertemu langsung dengan para personel Dewa 19, termasuk Ahmad Dhani dan Wawan Juniarso. Pertemuan ini menjadi awal jalan masuknya Ronald ke dapur rekaman Dewa 19.
Menurut Ronald, saat itu Ahmad Dhani sedang mencari pengganti drummer karena Wawan harus mundur untuk fokus kuliah.
Maka, Dhani menghubungi Ronald dan juga Rere Reza untuk menjadi session drummer di album kedua. “Suatu hari mereka mau masuk album baru, nyari drummer. Dhani minta gue isi buat rekaman,” kata Ronald mengenang.
Ronald eks GIGI ternyata tidak sendirian. Bersama Rere Reza, mereka membagi tugas mengisi lagu-lagu di album Format Masa Depan.
Ronald menyebut dirinya memainkan drum di enam lagu, termasuk lagu ikonik Tak ’Kan Ada Cinta Yang Lain, Format Masa Depan, dan Masihkah Ada. Sementara Rere mengisi empat lagu lainnya seperti Aku Milikmu dan Mahameru.
Album Dewa 19 Format Masa Depan direkam di Gins Studio, Jakarta, pada rentang Juli 1993–Juni 1994.
Wawan Juniarso sebenarnya sempat merekam tujuh lagu di awal proses, namun semua take drum miliknya akhirnya dihapus oleh Ahmad Dhani karena ada ketidaksepahaman terkait honor dan kesibukan kuliah. Inilah yang membuka jalan bagi Ronald dan Rere.
Rere Reza sendiri mengungkap bahwa dirinya direkomendasikan langsung oleh Ronald untuk menggantikan dirinya, karena Ronald pada saat itu sedang fokus membangun band GIGI.
“Re, gue minta tolong dong, lu take drum ya buat album kedua Dewa 19,” ujar Rere menirukan permintaan Ronald.
Ahmad Dhani sempat memuji gaya drumming Rere yang dianggap mirip dengan Roger Taylor, drummer legendaris band Queen.
Kombinasi antara sentuhan Ronald yang penuh tenaga dan groove Rere yang elegan akhirnya membentuk warna khas album Format Masa Depan.
Tak hanya ikut rekaman, Ronald eks GIGI juga mengaku sempat ikut tur dan tampil live bersama Dewa 19.
Salah satu konser paling dikenangnya adalah di bioskop lantai atas Ratu Plaza, Jakarta. Momen ini menjadi kenangan langka di awal kiprah Dewa 19 yang belum sebesar sekarang.
Namun keterlibatan Ronald tak berlangsung lama. Setelah menyelesaikan separuh album, ia memutuskan hengkang karena harus fokus penuh bersama GIGI yang juga sedang menyiapkan debut album mereka.
Sementara Rere Reza terus melanjutkan peran sebagai drummer panggung Dewa 19 hingga era album berikutnya.
Keterlibatan Ronald eks GIGI sebagai drummer Dewa 19 di album Format Masa Depan kini menjadi salah satu kisah tersembunyi dalam sejarah Dewa 19.
Kiprahnya menjadi bukti bahwa perjalanan Dewa tidak pernah lepas dari kolaborasi musisi-musisi besar yang mewarnai warna musik mereka.
Ronald eks GIGI bukan hanya drummer hebat, tapi juga bagian dari sejarah awal Dewa 19.
Kiprahnya di album Format Masa Depan bersama Rere Reza dan di bawah arahan Ahmad Dhani menjadikan album ini salah satu tonggak penting dalam perjalanan band asal Surabaya itu.
Hingga kini, nama Ronald eks GIGI tetap dikenang, baik oleh fans GIGI maupun Dewa 19. (***)
Editor : Alfian Yusni