Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Piyu Vs Fadly Soal Hak Cipta: Ribut di Medsos, Akur Lagi di Panggung

Alfian Yusni • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:34 WIB
Padi Reborn. (Foto: instagram)
Padi Reborn. (Foto: instagram)

LombokPost - Kisruh hak cipta lagu kembali menyeret nama dua musisi papan atas Indonesia: Piyu dan Fadly, dua pentolan band legendaris Padi Reborn.

Perbedaan pendapat soal hak cipta lagu membuat keduanya sempat ribut di medsos. Isunya? Soal siapa yang lebih berhak, penyanyi atau penulis lagu, atas royalti musik.

Awal mula gesekan muncul ketika Piyu, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), mengkritik langkah 29 penyanyi yang tergabung dalam Vibrasi Suara Indonesia (VISI) untuk mengajukan uji materiil UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi.

Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk tidak menghargai hak moral dan ekonomi pencipta lagu.

Yang mengejutkan, Fadly, vokalis Padi Reborn, ternyata salah satu dari 29 penyanyi itu. Ia langsung menanggapi Piyu lewat kolom komentar Instagram.

“Mas Piyu, saya ada di (antara) 29 itu. Kapan kita bicara langsung,” tulisnya.

Publik pun melihat langsung bagaimana isu hak cipta lagu justru memecah dua personel band yang sudah bersama lebih dari dua dekade.

Tampak jelas ada ribut di medsos, yang mencerminkan komunikasi keduanya yang tak sejalan.

Namun, drama itu tampaknya tidak berlangsung lama. Dalam pernyataan terbaru, Piyu menyebut semua sudah selesai dan tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

“Ketika ada itu, ya kita udah beresin semuanya, kita udah enggak ada masalah apa-apa,” ujarnya kepada wartawan di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, belum lama ini.

 

Bahkan, akhir pekan lalu keduanya tampil satu panggung saat Padi Reborn manggung di Allo Bank Festival 2025.

 Penampilan itu membuktikan bahwa meski ada perbedaan pendapat soal royalti musik dan hak cipta lagu, hubungan mereka tetap profesional.

“Kita udah 28 tahun sama-sama, masa hanya karena statement di medsos jadi begitu,” lanjut Piyu.

Ia menegaskan bahwa baik dirinya maupun Fadly sudah dewasa dalam menyikapi dinamika dunia musik.

“Perbedaan pendapat itu bagian dari proses menuju industri musik yang lebih sehat. Kalau dalam satu band semua pikirannya sama, justru enggak akan maju,” tegasnya.

Dalam isu hak cipta lagu, royalti musik, hingga posisi penyanyi vs penulis lagu, Piyu dan Fadly kini memilih jalan damai.

Mereka kembali satu frekuensi, dan menyadari bahwa perbedaan adalah bagian dari demokrasi.

“Fadly juga bijak melihat ini. Ini cuma dinamika. Bukan masalah pribadi,” tutupnya. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Padi Rebond #royalti musik #fadly #hak cipta #piyu