Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sponsor Tambang Bikin Pestapora 2025 Ditinggal Puluhan Musisi

Alfian Yusni • Sabtu, 6 September 2025 | 20:57 WIB
Gelombang protes membuat pihak Pestapora 2025 akhirnya angkat suara. Per Sabtu (6/9), mereka resmi menghentikan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. (istimewa)
Gelombang protes membuat pihak Pestapora 2025 akhirnya angkat suara. Per Sabtu (6/9), mereka resmi menghentikan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. (istimewa)

LombokPost - Festival musik Pestapora 2025 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, mendadak jadi sorotan besar.

Puluhan musisi yang semula dijadwalkan tampil, memutuskan batal manggung di Pestapora 2025.

Penyebabnya karena penyelenggara diam-diam bekerja sama dengan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia.

Nama-nama besar seperti Sukatani Band, .Feast, Hindia, Rebellion Rose, Banda Neira, Petra Sihombing, The Panturas, hingga Navicula memilih mundur.

Bahkan band-band independen seperti The Cottons, Ornament, Tarrkam, Leipzig, Pelteras, Durga, Xin Lie, Kelelawar Malam, Swellow, Negatifa, Rekah, Centra, Filler, Skandal, Poris, Sprayer, Whitechorus, hingga Reruntuh juga ikut batal tampil.

Sukatani menyatakan tidak jadi tampil meski tidak menyebut detail sponsor.

“Kami memutuskan untuk tidak jadi pentas di Pestapora 2025. Sampai jumpa di kesempatan lain. Terima kasih,” tulis Sukatani di akun Instagramnya.

Sementara .Feast dan Hindia mengaku kecewa dan marah.

“Kami mundur dari Pestapora 2025. Mohon maaf untuk kawan-kawan yang menunggu penampilan kami, tapi ini yang bisa kami lakukan untuk menjaga hal-hal yang kami percayai,” tulis mereka.

Berbeda, Rebellion Rose tetap naik panggung, namun tanpa menerima honor maupun transportasi.

 

“Kami akan naik ke panggung demi menghormati penonton yang sudah membeli tiket. Tapi kami akan menyampaikan orasi untuk meningkatkan awareness bersama,” ungkapnya.

Sedangkan Navicula mundur total sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat adat Papua dan isu lingkungan, meski pihak penyelenggara kemudian memutus kontrak dengan Freeport.

Penyelenggara Hentikan Kerja Sama dengan Freeport

Gelombang protes membuat pihak Pestapora 2025 akhirnya angkat suara. Per Sabtu (6/9), mereka resmi menghentikan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia.

Hari kedua dan ketiga festival dipastikan berlangsung tanpa keterlibatan sponsor tambang.

Namun, keputusan itu tidak mengubah sikap musisi yang sudah terlanjur kecewa. Mereka tetap konsisten tidak tampil di Pestapora 2025.

Gelombang Reaksi Publik

Isu ini pun ramai di media sosial. Tagar #Pestapora2025 dan #TolakSponsorTambang menjadi trending.

Banyak warganet mendukung sikap musisi, menilai langkah itu sebagai bentuk konsistensi menjaga integritas musik dan ruang berekspresi.

Kini, Pestapora 2025 bukan hanya dikenal sebagai festival musik terbesar, tapi juga tercatat sebagai festival dengan boikot musisi terbesar sepanjang sejarah musik Indonesia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Puluhan #sponsor #Pestapora 2025 #freeport #Mundur #musisi