Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya beli masyarakat di tengah potensi lonjakan harga kebutuhan pangan menjelang Idulfitri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan kepastian bahwa program bantuan reguler maupun skema stimulus tambahan akan terus mengalir bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setelah menuntaskan penyaluran triwulan pertama (Januari-Maret), Kemensos bersiap melanjutkan distribusi untuk Bansos PKH dan BPNT Tahap 2.
Gus Ipul menjamin bahwa tidak akan ada jeda panjang dalam penyaluran bantuan ini.
Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 cair setelah lebaran 2026, ada paket pangan rapel 2 bulan untuk jaga daya beli,
"Insyaallah bantuan ini akan berlanjut sampai Lebaran, dan akan kami sambung kembali penyalurannya pada triwulan kedua yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni mendatang," tegas Gus Ipul.
Artinya, KPM diharapkan tetap memantau saldo KKS karena proses transisi data ke tahap 2 segera dilakukan.
Kabar yang paling menggembirakan adalah alokasi anggaran sebesar Rp 17,5 triliun khusus untuk stimulus ekonomi menjelang Lebaran 2026.
Salah satu poin utamanya adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Menariknya, bantuan pangan ini direncanakan akan disalurkan secara rapel untuk dua bulan sekaligus.
Skema ini bertujuan memastikan 18 juta keluarga memiliki stok pangan yang cukup selama menjalankan ibadah puasa hingga merayakan hari kemenangan tanpa terbebani kenaikan harga pasar.
Tak hanya bantuan tunai, pemerintah juga mengucurkan dana sebesar Rp 20 triliun untuk program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Fokusnya adalah pemberdayaan agar kelompok rentan bisa mandiri secara ekonomi.
Program ini mencakup pemberian modal dan alat kerja (mesin jahit, alat bengkel, dan lainnya), Jaminan gizi bagi lansia tunggal dan anak yatim piatu (YAPI), Penyaluran kursi roda, alat bantu dengar, hingga tongkat sensorik, serta bantuan bagi korban bencana, korban kekerasan, hingga warga terlantar.
Sementara itu, guna menghadapi tantangan cuaca dan mobilitas, pemerintah menyiapkan Rp 2,3 triliun untuk Bansos Adaptif bagi warga di wilayah terdampak bencana.
Selain itu, ada kabar baik bagi pemudik: pemerintah akan menyediakan stimulus berupa diskon tarif transportasi untuk meringankan beban biaya pulang kampung.
Editor : Kimda Farida