JAKARTA–Kabar mengejutkan kembali muncul dari sosok Andi Arief, namun kali ini bukan informasi terkait politik yang datang dari wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat tersebut. Minggu malam (3/3) sampai Senin dini hari (4/3) petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Andi di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat. Berdasar pemeriksaan yang sudah dilakukan, petugas menduga Andi mengonsumsi sabu-sabu.
Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, laporan masyarakat menjadi dasar penangkapan tersebut. Pihaknya sama sekali tidak tahu laporan itu merujuk pada Andi. ”Kami tidak tahu di dalamnya sudara AA (Andi Arief),” ungkap pria yang biasa dipanggil Iqbal itu. Berdasar informasi awal, petugas menangkap Andi di kamar nomor 1214 pada hotel yang berada di Jalan Letjen S. Parman itu.
Iqbal mengakui, memang tidak ada barang bukti sabu-sabu yang ditemukan petugas. Namun, hasil tes urine menegaskan Andi positif mengonsumsi sabu –sabu. ”Beberapa yang diduga barang bukti, yang diduga seperangkat alat untuk menggunakan narkoba sudah kami sita,” terang Iqbal. Sejauh ini, lanjut dia, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri belum menemukan hubungan antara Andi dengan pengedar atau bandar tertentu.
Sementara itu, informasi awal menyebutkan bahwa petugas kepolisian menangkap Andi Arief bersama seorang perempuan di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat Minggu malam (3/3) sampai Senin dini hari (4/3). Namun, keterangan itu dibantah oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal. Dia tegas menyampaikan bahwa saat penangkapan, petugas tidak mendapati orang lain selain Andi dalam kamar hotel.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Iqbal usai menyampaikan keterangan terkait penangkapan Andi. ”Saat petugas kami melakukan penggerebakan cuma satu, saudara AA,” terang dia. Terkait sejumlah foto yang beredar, dia meminta masyarakat tidak mudah percaya. Dia pun menyebut, keterangan yang beredar sebelum dia memberi penjelasan bisa saja sudah ditambah-tambahkan. Sehingga tidak semuanya benar.
Meski begitu, Iqbal menyatakan bahwa instansinya masih melaksanakan pemeriksaan guna memastikan semua informasi tersebut. Pun demikian yang terkait dengan tamu perempuan di kamar hotel Andi.
”Kami sedang dalami apakah sudah check out atau tidak,” ujarnya. Mantan wakil kepala Polda Jawa Timur itu menyatakan, bisa jadi sebelum penggerebakan perempuan yang disebut menemani Andi sudah lebih dulu meninggalkan kamar hotel.
Sebab, laporan petugas yang dia terima tidak menyebutkan ada seorang perempuan menemani Andi saat penangkapan berlangsung. Untuk itu, perlu juga didalami keberadaan perempuan tersebut. ”Bahwa nanti berkembang sebelumnya ada siapa, dan lain lain. Kami akan sampaikan nanti,” imbuh Iqbal. Dia berjanji, perkembangan terkait pemeriksaan terhadap Andi maupun saksi akan disampaikan kepada publik. Hanya, instansinya tidak bisa terburu-buru.
Sejauh ini, lanjut Iqbal, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti yang diperoleh petugas pun sudah dibawa. Dari informasi yang diterima Jawa Pos, sampai kemarin kamar hotel yang disewa oleh Andi belum disewakan lagi kepada tamu lain. Itu dilakukan manajemen hotel sesuai dengan arahan pihak kepolisian. Namun mereka juga belum bisa memastikan apakah ada kerusakan properti di dalam kamar tersebut.
Dari sejumlah foto penangkapan Andi yang beredar, closet duduk dalam toilet di kamar Andi rusak. Sempat muncul informasi, Andi berusaha melenyapkan barang bukti. Baik sabu maupun alat hisap yang dia pakai. Namun, lagi-lagi informasi tersebut dibantah oleh Iqbal.
”Itu kan beredar closet sampai copot, dan lain-lain. Sekali lagi rekan-rekan itu semua belum tentu benar,” imbuhnya. ”Tidak ada upaya-upaya penghilangan barang bukti,” tegasnya.
Pun demikian soal foto alat kontrasepsi yang turut beredar kemarin. Jenderal bintang dua Polri itu menyatakan, dirinya tidak melihat ada barang bukti tersebut. ”Saya aja belum lihat,” ujarnya.
Namun demikian, dia menyampaikan, langkah lanjutan akan dilakukan oleh Polri untuk menggali lebih dalam fakta-fakta yang terkait dengan penangkapan Andi. ”Proses pemeriksaan, pendalaman secara scientific akan kami rampungkan secepatnya,” ungkap dia.
Pemeriksaan saksi-saksi untuk melengkapi data dan fakta yang ditemukan petugas di lokasi penangkapan bakal terus dikumpulkan. Tidak terkecuali keterangan dari Andi yang kini masih diperiksa secara intensif di kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta Timur. Petugas juga perlu tahu sudah berapa lama serta dari mana Andi mendapatkan sabu yang dia konsumsi. ”Sedang didalami,” imbuhnya.
Rehabilitasi
Di sisi lain, sampai saat ini aparat kepolisian menduga Andi hanya sebatas pengguna. Bahkan, Iqbal juga menyampaikan, Andi bisa disebut sebagai korban.
”Bisa dikatakan korban,” imbuhnya. Untuk itu pula, status Andi sampai kemarin malam masih terperiksa. Selanjutnya, petugas bakal memastikan status Andi dalam waktu 3x24 jam. Karena masih terperiksa dan diduga sebagai korban opsi rehabilitasi juga terbuka diberikan kepada Andi.
Iqbal menyampaikan, mekanisme tersebut memang berlaku bagi pengguna narkoba yang memenuhi syarat untuk direhabilitasi.
”Kemungkinan direhab kalau dia korban,” imbuhnya. Hanya, dalam kasus Andi petugas masih butuh waktu untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan. Sehingga keputusan itu akan ditentukan lebih lanjut. Kemarin Jawa Pos juga menyambangi hotel tempat Andi menginap.
Lift menuju lantai tempat kamar yang dipakai oleh Andi memang tidak bisa sebarangan diakses. Hanya tamu hotel dengan kartu akses yang dapat mengakses lantai tersebut. Petugas keamanan maupun pegawai Menara Peninsula Hotel sempat tidak bersedia menjelaskan penangkapan Andi yang dilakukan aparat kepolisian di tempat mereka bekerja. Namun, setelah datang kepada beberapa bagian, pihak hotel membuka diri.
Melalui Public Relations Manager Menara Peninsula Hotel Elizabeth Ratna Sari, mereka menyampaikan informasi terkait penangkapan Andi. Elizabeth pun membenarkan informasi yang disampaikan oleh aparat kepolisian. Dia menyatakan bahwa ada penangkapan seorang tamu di Menara Peninsula Hotel. ”Betul bahwa semalam (Minggu malam) memang ada dari pihak kepolisian datang untuk melakukan penangkapan,” imbuhnya.
Menurut Elizabeth, petugas kepolisian mulai bedatangan ke Menara Peninsula Hotel sekitar pukul 20.50 WIB. Mereka lantas meminta izin untuk mendatangi kamar yang diinapi oleh Andi. Saat itulah penggerebekan dilakukan oleh petugas. ”Sampai sekitar jam satu pagi,” ujarnya. Namun demikian, dia pun enggan menjawab saat ditanya detail mengenai keberadaan Andi malam itu.
Dengan siapa dan tujuan apa Andi datang, Elizabeth menolak banyak bicara. Yang pasti, sambung dia, setiap tamu hotel memang tidak dilarang untuk menginap dengan keluarga atau rekan mereka.
”Saya juga belum bisa berikan keterangan untuk informasi itu,” imbuhnya. Lantas apakah Andi pernah menginap di hotel itu sebelumnya? Pihak hotel bersikeras menolak membuka data tersebut. Menurut mereka, itu memang tidak boleh dibuka.
Hanya saja, Elizabeth tidak membantah soal hubungan baik antara Menara Peninsula Hotel dengan sejumlah lembaga maupun instansi pelat merah. Baik dari unsur eksekutif maupun legislatif kerap menggunakan hotel itu sebagai tempat acara. Kemarin beberapa instansi seperti DPRD Kota Serang, DPD, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tampak tengah menyelenggarakan kegiatan di sana. (syn/JPG/r8)
Editor : Administrator