Dikatakan, kondisi ini terjadi sejak beberapa waktu lalu. Awalnya yang langka adalah masker, menyusul hand sanitizer, kemudian alkohol. ”Kalau pun ada stok harga sudah naik. Rata-rata kenaikan harganya bisa mencapai 10-20 persen,” terangnya.
Produk yang terkait upaya menangkal Virus Korona banyak diborong. ”Satu minggu ini merambah kesulitannya untuk mendapatkan vitamin dari distributor. Stok distributor yang juga berkurang,” tambahnya.
Dalam kondisi ini, pihaknya meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Tak kalah penting memperhatikan hal lainnya. ”Seperti asupan dan pola hidup sehat masyarakat,” terangnya.
Salah satu promotor obat Mayawati membenarkan vitamin menjadi kebutuhan kesehatan yang mulai sulit dicari. ”Vitamin yang memiliki kandungan Vit C, Vit B, dan Vit E yang sekarang paling diburu,” katanya.
Padahal sebelum kondisi ini, vitamin ini jarang dilirik. Kecuali oleh orang-orang yang sangat membutuhkan dan dalam kondisi sakit. ”Sekarang semua habis diborong masyarakat,” tambahnya.
Dijelaskan vitamin yang dijualnya memang mulai mengalami kenaikan harga. Rata-rata per tablet vitamin kini harganya mulai dari Rp 10-Rp 15 ribuan, sebelumnya kisaran Rp 5-8 ribuan. ”Tidak hanya itu, suplemen makanan peningkat daya tahan tubuh (imun) juga mulai dicari sekarang,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Baiq Farida