Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengusaha dan Petani Lombok Utara Minta Dilibatkan dalam Pengadaan JPS

Administrator • Senin, 15 Juni 2020 | 01:31 WIB
STOK SIAP: Stok gabah di gudang milik pengusaha lokal KLU yang diklaim siap memenuhi kebutuhan beras JPS KLU.(Hanie for Lombok Post)
STOK SIAP: Stok gabah di gudang milik pengusaha lokal KLU yang diklaim siap memenuhi kebutuhan beras JPS KLU.(Hanie for Lombok Post)
TANJUNG- Rencana Dinas Sosial P3A KLU tidak melibatkan UMKM dalam pengadaan JPS Kabupaten Lombok Utara (KLU), dikeluhkan pengusaha lokal dan kelompok tani (poktan).

”Saya cukup kecewa, apa kami pengusaha lokal kurang bonafit,” cetus salah satu pengusaha lokal, Hun Hanie, Minggu (14/6).

Dia lantas membandingkan, JPS Gemilang Pemprov NTB yang mengakomodir pelaku UMKM lokal.

”Pengusaha lokal, poktan, maupun UMKM KLU pasti akan bertanggung jawab mengemban amanat itu,” tegas direktur PT Sahabat Hun Hanie itu.

Terkait adanya statement UMKM yang dinilai tidak mampu, Hanie membantahnya. ”Beri kami kesempatan untuk ikut terlibat, agar bisa berusaha maksimal memberikan yang terbaik,” sambung dia.

Pihaknya juga mempertanyakan maksud pengusaha bonafit yang diinginkan Pemda KLU. Memenuhi kebutuhan 20.762 KK di JPS KLU dirasa Hanie masih mampu dipenuhi pengusaha lokal. Apalagi dengan melibatkan langsung seluruh Poktan dan UMKM KLU.

”Tak ada yang tidak mungkin semasih dilakukan bersama,” tegas dia.

Kebutuhan sembako yang perlu disediakan hanya beras,minyak goreng, gula, dan sabun. Untuk beras, KLU terkenal dengan lumbung padinya. Begitu juga dengan minyak goreng, karena KLU merupakan penghasil kelapa. Sedangkan sabun, sudah ada UMKM yang memproduksi itu.

Hanie mengungkapkan, dirinya sudah bertemu petani terkait beras tersebut. Poktan maupun gapoktan lebih setuju beras KLU diberdayakan di dalam daerah, dibandingkan dikirim keluar. Harga jual ke luar lebih rendah.

”Kami ingin petani mendapatkan harga yang lebih baik dari itu,” aku dia.

Mengakomodir pemain lokal tentu akan membantu perekonomian masyarakat. ”Berbicara ketersediaan beras aja, 1.000 ton ready kok di Lombok Utara,” tandas dia.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Lumbung Pangan Lopor Gondang Nasim berharap, pemerintah tak meninggalkan mereka dalam pengadaan beras. Saat ini pihaknya memiliki 200 ton gabah. ”Libatkan semua petani di KLU dengan tidak mengambil barang dari luar,” tegas dia.

Ketua Poktan Tunas Muda Jenggala, Kecamatan Tanjung Sukamto juga mengutarakan hal serupa. Ia menyayangkan jika tidak diakomodir. Ditegaskan, beras KLU merupakan salah satu beras terbaik di NTB.

”Intinya kami meminta pemerintah untuk melibatkan kami,” tegas dia. (fer/r9)

  Editor : Administrator
#JPS #Beras #Lombok Utara