Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HARUM Dapat SK Golkar yang Pusing Pak Ahyar

Administrator • Selasa, 14 Juli 2020 | 21:23 WIB
TINGGAL DAFTAR: Pasangan H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman sudah mengantong SK rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju sebagai pasangan calon di Pilwali 2020.( IVAN/LOMBOK POST)
TINGGAL DAFTAR: Pasangan H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman sudah mengantong SK rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju sebagai pasangan calon di Pilwali 2020.( IVAN/LOMBOK POST)
MATARAM-Keluarnya surat keputusan (SK) rekomendasi untuk bakal pasangan calon (Bapaslon) H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM), membawa konsekuensi lain. Yakni, terkait langkah H Ahyar Abduh untuk menjadi Ketua DPD I Golkar NTB.

Ahyar mulai pusing. Karena nanti dia akan berada pada posisi yang sangat dilematis. Apabila ia yang terpilih sebagai ketua saat Musda Golkar NTB nanti.

Penyebabnya tak lain, secara kepartaian, ia wajib untuk memenangkan pasangan yang diusung Partai Golkar, untuk pilkada serentak di NTB. Salah satunya tentu pasangan HARUM di Pilwali Kota Mataram.

Di sisi lain, putera sulung Ahyar, yakni H Badruttamam Ahda juga melangkah untuk menjadi kontestan Pilwali. Bersama HL Makmur Said. Melalui dukungan Partai Gerindra.

”Kalau dilihat satu sisi, tentu begitu, dilematis. Tapi, saya kan punya cara. Ini politik, bagaimana saya harus bertanggung jawab sebagai ketua, kalau nanti terpilih,” kata Ahyar, Senin (13/7).

Nama Ahyar santer disebut akan dipilih sebagai Ketua DPD I Golkar, ketika Musda nanti. Sinyal ini bahkan sudah dilontarkan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Misbach Mulyadi. Yang menyebut Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto memilih Ahyar Abduh.

Ahyar mengatakan, jika memang ia ditakdirkan sebagai ketua Golkar NTB, tentu sudah menjadi kewajiban menyukseskan para calon. Terutama yang diusung langsung oleh Partai Golkar.

”Itu jadi kewajiban dan tanggung jawab untuk memenangkan calon dari Golkar,” ujarnya.

Soal kemenangan dari calon Golkar, akan bergantung juga kepada kader partai. Pilkada merupakan satu kompetisi untuk merebut hati masyarakat. Setiap kader juga harus aktif bergerak. Begsungguh-sungguh memenangkan kompetisi.

”Kuncinya kan bagaimana figur dan visi misi yang diusung,” tutur Ahyar.

Sementara itu, keluarnya SK untuk pasangan HARUM menutup peluang terjadinya bongkar pasang calon di Partai Golkar. SK ini juga membuat dua bapaslon akan bertarung di Pilwali 2020 nanti.

SK partai langsung diberikan Ketua Umum Partai Golkar H Airlangga Hartarto. Mohan menegaskan komitmen untuk mengamankan perintah sekaligus amanat partai itu.

Salah satunya dengan bekerja sungguh-sungguh mendorong partai dan tim sukses merebut kembali kemenangan di Kota Mataram. “Kami bersyukur atas kepercayaan Partai Golkar untuk mengusung HARUM,” ulasnya.

Dari perolehan kursi, partai Golkar Kota Mataram telah melampaui syarat minimal mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada). Golkar Kota Mataram menguasai sembilan kursi. Sedangkan syarat minimal usung calon kepala daerah delapan kursi.

Sekalipun demikian, Mohan tetap berharap ada partai lain ikut bergabung dalam perjuangan bersama paket Harum. Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram itu sebelumnya sudah berhasil membangun komitmen koalisi dengan DPC PPP Kota Mataram.

Ikut sertanya partai lain bergabung dalam gerbong perjuangan paket HARUM merupakan semangat menata ibu kota menjadi lebih baik. “Kami sangat terbuka untuk membangun kerja sama dengan partai lain yang ingin bersama dalam ikhtiar ini,” pungkasnya. (dit/r3)

 

  Editor : Administrator
#Pilwali Mataram #H Ahyar Abduh #HARUM #TGH Mujiburrahman #Mohan Roliskana