Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gawat, Pandemi Bikin Angka Kejahatan Makin Tinggi

Administrator • Rabu, 16 September 2020 | 22:27 WIB
Ilustrasi (Dok. Jawa Pos)
Ilustrasi (Dok. Jawa Pos)
POLRI membeberkan peningkatan kasus kejahatan dalam dua pekan terakhir di masa pandemi. Dalam dua pekan terjadi kenaikan kejahatan sebanyak 17, 3 persen dengan angka 738 kejadian. Peningkatan jumlah kasus kejahatan ini diduga akibat peningkatan jumlah kemiskinan akibat pandemi.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, untuk pekan ini atau pekan ke-37 pada 2020, terjadi tren peningkatan jumlah kejahatan yang cukup signifikan. Terdapat 5.354 kejadian kejahatan pada pekan tersebut.

"Jumlahnya naik dari pekan sebelumnya atau pekan ke-36 dengan angka hanya 4.571 kejadian kejahatan," tuturnya.

Kenaikan itu bila dipresentasekan mencapai 17,3 persen. Dengan kenaikan kejahatan konvensional sebanyak 613 kejadian dari pekan ke-36 yang hanya 3.902 kasus menjadi 4.515 kejahatan konvensional pada pekan ke-37. "Kenaikan kejahatan konvensional presentasenya 15,71 persen," ujarnya.

Lalu, untuk kejahatan transnational seperti narkotika dan kejahatan lintas negara lainnya pada pekan ke-36 hanya 604 kasus. Namun, pada pekan ke-37 terjadi peningkatan menjadi 796 kasus. "Presentasenya tinggi Naik sekitar 31,7 persen," paparnya.

Selanjutnya terdapat kasus kejahatan kekayaan negara yang presentasenya turun 35,94 persen dengan angka 41 kejadian. Lalu ada kasus berimplikasi kontegensi dari pekan ke-36 dengan satu kasus menjadi dua kasus pada pekan ke-37. "Presentasenya naik 100 persen," urainya.

Untuk pekan ke-37 ini kejahatan tertinggi jumlahnya merupakan kasus narkotika dengan 768 kasus. Lalu, pencurian dengan oemberatan dengan 605 kejadian. Disusul oleh kasus penggelapan sebanyak 380 kasus. "Ada juga kasus curanmor dengan 246 kejadian dan pencurian dengan kekerasan sebanyak 103 kasus," jelasnya.

Dia mengatakan, belum bisa dipastikan penyebab kenaikan angka kejahatan tersebut. Namun, bisa jadi salah satunya karena adanya pendemi yang mempengaruhi perekonomian. "Kami berupaya menurunkan angka kejahatan," jelasnya. (idr/JPG/r6) Editor : Administrator
#kejahatan #Polri #NTB #Pandemi Covid-19