“Momen HADI ke-68 ini, NW akan semakin kuat dalam khittahnya dan terus bersinergi bersama pemerintah dalam membangun negeri,” kata wapres.
Perayaan virtual tersebut digelar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dengan dipusatkan di halaman Masjid Jamik Darul Quran wal Hadits NW Anjani, dengan peserta yang sangat terbatas. Lalu pada saat yang sama, perayaan virtual juga diikuti pengurus NW di 31 provinsi di Indonesia dan juga perwakilan NW di luar negeri, dan dibuka dengan pembacaan Hizib bersama.
Selain Wapres, hadir juga dalam perayaan secara virtual tersebut Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Keduanya pun menyampaikan sambutan secara virtual.
Wapres menekankan, NW adalah organisasi kemasyarakat Islam yang besar. Didirikan di Pulau Lombok oleh Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1 Maret 1953, kini, NW telah berkembang sangat pesat dengan mengelola pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
“Alumninya NW banyak yang berhasil menduduki posisi penting di pemerintahan dan lembaga lainnya,” kata Wapres.
Atas nama pemerintah, wapres pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan segenap pengurus NW.
Ke depannya, Wapres berharap, NW terus mengembangkan peranan dalam mendidik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tidak saja di wilayah NTB. Namun memperluas jangkaunnya secara Nasional. Hal ini sangat penting karena kualitas SDM yang unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan Indonesia.
“Oleh karena itu, pengabdian pendidikan NW harus terus dikembangkan,” katanya.
NW, lanjut Wapres, memiliki tugas penting menyiapkan SDM yang tidak saja unggul. Tapi juga terampil dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan tidak kalah pentingnya memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kokoh.
“Saya juga berharap peran NW sebagai pusat dakwah washatiyah terus dipertahankan dan diperkuat seiring dengan perjalanan dan dinamika masyarakat,” imbuhnya. (kus/JPG/r6) Editor : Administrator