Rombongan Kabaharkam mengunjungi Pasar Dasan Agung sekitar pukul 13.30 Wita. Ia memantau aktivitas para pedagang dan pengujung kaitannya dengan penerapan Prokes di pasar tersebut.
“Beliau hanya mengingatkan agar para pedagang taat Prokes. Beliau juga mengapresiasi penerapan sistem ganjil genap yang kami lakukan di Pasar Dasan Agung,” jelas Kepala Pasar Dasan Agung Aprian kepada Lombok Post.
Diketahui, sejak PPKM Darurat diterapkan, Pasar Dasan Agung yang mendapat predikat pasar sehat menempelkan stiker di setiap meja pedagang. Di setiap stiker tertulis angka ganjil dan genap.
“Agar tidak terlalu ramai di pasar, kami batasi pedagang yang datang sesuai nomor stiker ganjil dan genapnya. Kalau hari tersebut tanggal ganjil, maka pedagang yang mejanya ditempel stiker angka genap tidak jualan. Biar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.
Sistem yang diterpakan Kepala Pasar Dasan Agung ini mendapat apresiasi dari Komjen Pol Arief Sulistyanto. Ia mengajak masyarakat bersabar sambil berdoa semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.
Kemudian di Hotel Nutana, ia meninjau pasien yang isolasi di hotel secara zoom meeting dari lobi. “Beliau melihat kondisi pasien dan berbincang dengan mereka,” terang Koordinator RS Darurat di Hotel Nutana Hermanto kepada Lombok Post.
Komjen Pol Arief Sulistyanto menanyakan bagaimana kondisi pasien selama dirawat di Hotel Nutana. Kemudian bagaimana pelayanan dari pihak tenaga kesehatan dan kendala yang dirasakan.
Para pasien Covid-19 yang isolasi terpusat di Hotel Nutana mengungkapkan kepada Kabaharkam jika kondisinya stabil. Merasa senang dan merasa nyaman dilayani nakes dari RSUD Kota Mataram. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang tinggal menunggu waktu pulang.
“Ada 18 orang yang dirawat di Hotel Nutana. Tapi hari ini pulang satu karena sudah sembuh,” jelas Anto, sapaannya.
Kemudian di Hotel Fizz juga terdapat satu orang yang sudah dinyatakan sembuh dan siap pulang. Sehingga dari 15 orang yang semula dirawat kini tersisa hanya 14 orang. Komjen Pol Arief Sulistyanto pun tak lupa menyemangati pasien dan para Nakes yang ada di Hotel Nutana. “Harus tetap jaga imun dan tetap minum obat yang diberikan para nakes,” pesannya kepada para pasien.
Ia juga memberikan sembako kepada pasien dan keluarga pasien. Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19. Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang menyambut baik imbauan Kabaharkam. Kaitannya dengan imbauan terhadap warga yang terkonfrimasi positif Covid-19 agar dirawat di lokasi isolasi terpadu. “Agar mudah ditangani ketika butuh penanganan mendadak,” jelasnya.
Imbauan agar isolasi dilakukan secara terpusat ini memang sudah jauh sebelumnya disampaikan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Bahkan wali kota didampingi unsur Forkopimda dari TNI-Polri menjemput masyarakat yang melakukan isolasi madiri di rumahnya di wilayah Monjok Barat. (ton/r3) Editor : Administrator