Pada PON Papua, Aldiaz diproyeksikan meraih medali emas. Pada Pra-PON balap motor, dia berhasil meraih medali perak. ”Kita berharap capaian di Pra-PON bisa ditingkatkan menjadi emas,” jelas pria yang disapa Edo.
Pada Pra-PON lalu, medali emas diraih Jawa Timur. Selain Jawa Timur, pesaing NTB adalah Jakarta. Namun dengan peta persaingan yang ada, Edo optimis Aldiaz bisa mengingkatkan raihannya di nomor perorangan putra. ”Perkembangannya meningkat. Ini setelah dia menjalani latihan yang terprogram selama Pelatda PON,” katanya.
Peluang pembalap NTB meraih medali emas terbuka juga karena adanya perubahan penggunaan sepeda motor. Seluruh atlet hanya boleh menggunakan motor standar pabrikan.
Diketahui, NTB akan menurunkan tiga pebalap di PON Papua. Yakni Aldiaz Aqsal Ismaya, Nyoman Rajendra, dan Ketut Madiasta. Aldiaz dan Rajendra akan turun di kategori dibawah 21 tahun. Sedangkan Madiasta turun di kategori diatas 21 tahun. ”Balap motor sekarang sudah menurunkan intensitas latihan. Karena pekan depan sudah berangkat ke Merauke,” pungkasnya. (puj/r8)
Editor : Redaksi Desain Grafis