Seperti diketahui, sejumlah nama yang bergabung mulai dari Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sebagai Ketua Dewan Pakar Wilayah. Kemudian, Walikota Mataram dua periode 2010-2021 H Ahyar Abduh dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 H Badrul Munir, keduanya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Wilayah.
Lalu ada nama Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi diberikan amanah sebagai bendahara DPW Partai NasDem. Sementara, Bupati Dompu Kader Jaelani yang memang kader NasDem mengisi posisi sekretaris Dewan Pertimbangan Wilayah.
Lantas, strategi apa yang sebenarnya sedang disusun partai dengan slogan gerakan perubahan ini? Dengan memboyong sejumlah nama tokoh-tokoh besar di NTB tersebut?
Pengamat politik dari Universitas Mataram Saiful Hamdi menilai Partai NasDem, kini memiliki magnet. Terutama jargon yang didengung-dengungkan Partai nasDem adalah politik tanpa mahar. Diketahui bersama, tidak sedikit kader-kader partai politik lain merasa kecewa kepada DPP partainya lantaran mahar terlalu tinggi.
“Bayangkan mereka kader, dimintain duit ketika nyalon maju. Ini jadi pertanyaan besar, dimana pengorbanan partai ketika kader mereka sudah berdarah-darah dibawah justru yang terjadi dimintai mahar begitu besar,” papar Saiful.
Partai NasDem NTB di bawah kepemimpinan Hj Sitti Rohmi Djalilah, sambungnya, terdapat organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dengan TGB sebagai figur utama.
“Ketokohan TGB masih sangat kuat di NTB bahkan nasional, nama beliau masih melegenda di NTB. Banyak prestasi-prestasi TGB yang memajukan NTB, saya kira ini jadi pertimbangan,” terang Dosen Sosiologi ini.
Alasan lain yang dianalisa Saiful adalah banyaknya para tokoh yang akan menyelesaikan jabatannya di pemerintahan. Mereka tentunya sangat butuh kendaraan jika ingin melanjukan karier politik sebagai legislatif, baik di kancah daerah maupun nasional.
“Langkah mereka lebih ringan, politik tanpa mahar. Bayangkan, jika belum apa-apa partai sudah minta duit kan repot,” imbuhnya.
Delain itu Saiful melihat, prestasi tersebut adalah pengalaman luar biasa hingga akhirnya terpilih sebagai Wakil Gubernur NTB yang berpasangan bersama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah. “Sekarang kita lihat di NasDem, keanggotaannya cukup beragam dari segmen kelompok masyarakat, pebisnis, politisi hingga milenial. Ini akan jadi support bagus bagi Ibu Rohmi untuk membawa NasDem sebagai partai pemenang di NTB,” katanya.
Menurutnya mengurus partai tidaklah mudah. Lantaran mengelola kepentingan politik, serta dihadapkan pada godaan yang cukup banyak. Namun, kuncinya adalah tinggal bagaimana Partai NasDem bisa mengelola dan mempertahankan para tokohnya yang bergabung dengan Partai NasDem. “Ini tantangan di parpol, ibarat belahan kaca, sentil sedikit dengan masalah, kemudian ada perpecahan. Jadi ketika didatangi langsung oleh Ummi Rohmi, tentu sulit untuk ditolak,” ucap Saiful.
Saiful pun memprediksi, Partai NasDem NTB bisa menjadi partai pemenang dengan banyaknya tokoh-tokoh beken tersebut bergabung. Tidak hanya punya nama besar, tetapi kaya akan pengalaman politik. “Modal-modal ini tinggal diperkuat saja, bagaimana konsolidasi internal partai membagikan tugas-tugas. Saya yakin NasDem bisa menggusur partai Golkar, PKS yang juga punya suara besar di NTB,” tutupnya. (ewi/r2)
Editor : Administrator